budayajawa.id

Jaran Slining Kesenian Asli Lumajang

0 7

Jaran Slining

Jaran slining, merupakan kesenian asli Lumajang. Berakar dari budaya Madura yang dibawa oleh eksodus suku Madura pada zaman Arya Wiraraja. Merupakan salah satu ide dari gagasan yang lahirnya diilhami oleh jaran kencak yang menggambarkan kegembiraan, ketegasan, kegagahan, yang terangkum dalam gerak yang diiringi musik yang rancak. Jaran slining adalah kuda-kudaan, yaitu kuda tiruan dari kuda kencak atau biasa dikenal dengan jaran kencak. Jaran slining dibuat dari keranjang yang dilubangi lalu diberi kepala kuda-kudaan. Keranjang yang menjadi badan kuda ditutup ‘sabrak’ atau kain sehingga mirip jaran kencak.Kata ‘slining’ berasal dari ‘sak lining’ yang berarti satu. Dengan demikian, jaran slining adalah satu-satunya kuda-kudaan yang dibuat untuk mendampingi arak-arakan.

Kesenian Jaran Slining sudah berkembang sejak lama dikalangan masyarakat. Kata Jaran slining mungkin sudah cukup familiar dikalangan masayarakat yang berdomisili di kota Lumajang. Pada mulanya kesenian Jaran slining berakar dari kesenian jaran kencak yang merupakan sumber dari munculnya kesenian jaran slining, jaran kencak yang dalam pertunjukannya menggunakan kuda asli yang dirias sedemikian rupa dengan warna yang kontras agar lebih menarik, tak lupa pawang kuda yang mengenakan baju berwarna cerah yang memegang pecut sembari menuntun kudanya yang beratraksi dengan penumpangnya, sambil menari-nari diiringi iringan suara khas jaran kencak.

Jaran slining telah mengakar dihati para penggemar khususnya dikalangan warga kota Lumajang, meski kesenian ini sudah dianggap sebagai kesenian asal Lumajang, namun banyak opini yang mengatakan bahwa kesenian jaran slining berasal dari daerah lain, misalnya probolinggo. Opini yang dilontarkan ini memang tak sepenuhnya salah, karena pada masa pemerintahan Arya Wiraraja cakupan wilayah yang dikuasai cukup luas, yang meliputi daerah Probolinggo, Lumajang, Kediri, Madura dan sekitarnya.  Tak heran jika banyak kesenian yang memiliki banyak  kesamaan dengan jaran slining. Kesenian yang dianggap sebagai milik daerah probolinggo sebenarnya memiliki perbedaan nama, kesenian yang terdapat di probolinggo lebih dikenal dengan nama Jaran blodak, jaran blodak merupakan kesenian yang berasal dari probolinggo yang begitu mirip dengan jaran slining.

Karena pemerintahan yang dikuasai pada zaman Arya Wiraraja cukup luas dan menjadi satu pusat pemerintahan, alhasil pada masing-masing daerah yang dulunya bersatu dalam sebuah kepemimpinan Arya Wiraraja ini memiliki kebudayaan yang sama, jaran slining sendiri dibawa oleh eksodus suku Madura. Dengan seiring bejalannya waktu, dan berakhirnya kepemimpinan Arya Wiraraja lambat laun daerah-daerah yang dulunya bersatu ini menjadi terpecah dalam beberapa cakupan wilayah yang berbeda. Dengan berkembangnya zaman, dan tuntutan pemerintahan, daerah-daerah ini berkembang dengan kekayaan budaya masing-masing yang diwariskan dari nenek moyang masa lalu.

Begitu pula dengan dengan kota Lumajang sendiri, dengan sejuta pesona kebudayaan yang dimiliki, maka kota Lumajang memiliki sebuah kesenian yang lahir atas perkembangan dari Jaran kencak, yakni Jaran Slining

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk dapat mempertahankan budaya jaran slining, para tokoh seni tak henti-hentinya berjuang untuk memajukan kesenian ini, tak luput peran pemerintah yang selalu berusaha menyelenggarakan acara yang berkaitan dengan jaran slining demi menjaga lestarinya sebuah kebudayaan milik Lumajang tercinta ini.

Hal-hal yang dilakukan untuk mempertahankan sebuah budaya jaran slining dalam berbagai cara dan usaha, akan sia-sia begitu saja jika para penerus tak turut berpartisipasi dalam rangka mempertahankan budaya jaran slining, terutama generasi muda. Generasi muda merupakan penerus para pejuang yang mempertahankan kebudayaan jaran slining. Ketika generasi muda mulai tak peduli dengan kebudayaan-nya sendiri, maka jangan heran, jika anak cucu kita kelak tak dapat menikmati, melestarikan, bahkan hanya sekedar melihat budaya yang dulu dimiliki daerahnya pun tak lagi bisa, karena budaya-nya sendiri telah tiada, hilang entah kemana karena minat yang tak lagi ada.

Source https://lokalkarya.com https://lokalkarya.com/keunikan-jaran-slining-sebagai-kesenian-khas-lumajang.html
Comments
Loading...