Jaran Kencak Probolinggo

0 68

Jaran Kencak Probolinggo

Sulaiman berjoget diiringi gaung gong, saron, dan kempul dalam irama rancak, bertalu-talu. Sesekali dia melirik penonton di kanan kirinya. Gerak tarinya disempurnakan ringkikan kuda di sebelahnya yang mengangkat sepasang kaki depan sambul manggut-manggut, seolah-olah menyetujui gaya tari Sulaiman. Itulah suasana pentas tari Jaran Kencak (kuda tari) asal Probolinggo. Rombongan kesenian tradisional itu ke Surabaya khusus meramaikan Gebyar Wisata pada even Kuda Pacu Pelana Emas Jatim 2004, di Kenjeran, belum lama ini.

Rombongan Jaran Kencak itu sekitar 40 orang, plus tujuh ekor kuda kencak, dan seekor kuda akrobatik. Dalam rombongan itu termasuk dua penari ular, sepuluh pengrawit, dua pelawak berkostum unik, serta dua pemeran banci. Kesenian tradisional itu didatangkan dari Desa Besuk, Kecamatan Bantaran. Dinamakan kencak, karena bergaya gerak menyerupai gerak kuda. Punggung kuda berpelana kulit kerbau dengan hiasan unik. Agar tampak cantik, kulit kerbau diukir, dicat, dan berumbai dengan aneka pernik warna-warni. Kesenian tradisional ini sangat popular di Probolinggo. Nyaris selalu ditanggap penduduk yang punya hajat, terutama. khitanan. Menariknya, anak yang dikhitan berbusana ala busana wayang orang, didudukkan di pelana kuda kencak, kemudian diarak bersama keluarganya keliling desa. Arak-arakan itu bias berlangsung berjam-jam, bergantung pada jumlah kuda yang dimainkan.

Setrata sosial-ekonomi penanggap, agaknya bisa diketahui dari marak-tidaknya arak-arakan Jaran Kepang saat kirab keliling desa. Sekadar ilustrasi, biaya tanggapan untuk seekor kuda kencak dengan tiga orang pengrawit, Rp 200 ribu per jam. Satu hal yang pasti, kuda kencak keliling desa merupakan cara promosi yang paling efektif bagi kesenian tradisional itu. Iring-iringan Jaran Kencak itu selalu dibuntuti anak-anak desa. Diharapkan apabila kelak mereka dikhitan juga menanggap kuda tari itu. Dengan demikian kesenian tradisional itu tetap bisa eksis di tengah derasnya arus modernisasi. “Kami selalu memberi tarif tanggapan semurah mungkin, “ungkap Sulaiman yang bercita-cita melestarikan kesenian tradisional itu.

Source http://jawatimuran.net http://jawatimuran.net/2011/10/28/jaran-kencak-probolinggo-bertahan-dalam-kebersamaan-kolaborasi/
Comments
Loading...