“Jaran Gedruk” Diilhami Dari Kisah Pangeran Samber Nyawa

0 102
Asal Usul

Jaran Gedrug adalah tari rakyat yang yang berkembang di Kabupaten Karanganyar, yang dikemas dengan pakaian prajurit berkuda. Tari ini bersumber dari sejarah Kepahlawanan Pangeran Sambernyawa (KGPAA. Mangkunegaran I) dalam mengusir penjajah Belanda. Pada waktu Pangeran Sambernyawa berperang yang diikuti oleh prajurit berkuda, ketika beliau beristirahat sambil mengatur siasat perang, kuda yang dinaiki menari nari, kakinya diangkat dan gedrug bumi untuk maju ke medan perang lagi. Istilah “Gedrug” adalah identik dengan kaki yang artinya bergerak atau melangkah untuk maju.

Tari Jaran gedrugTari jaran gedrug di ciptakan oleh Bupati Karanganyar (Dr.Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.P.d. M.Hum) dan sudah di patenkan menjadi seni tradisi Kabupaten Karanganyar. Tari jaran gedrug merupakan tari kolosal biasanya diperagakan oleh orang banyak yaitu siswa-siswi mulai dari SD ,SMP, SMA dan masyarakat umum. Tari ini adalah suatu kreasi tari keprajuritan atau kepahlawanan. Pada tahun 2009 telah tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta terbanyak + 21.732 penari secara serentak dengan berpakaian prajurit dengan dilengkapi property kuda kepang.

Source "Jaran Gedruk" Diilhami Dari Kisah Pangeran Samber Nyawa "Jaran Gedruk" Diilhami Dari Kisah Pangeran Samber Nyawa

Leave A Reply

Your email address will not be published.