Jalan Permainan Permainan Panjak Hore Kabupaten Tuban

0 77

Jalan Permainan Permainan Panjak Hore

  1. Panjak menempati bagian tengah, duduk di atas tikar yang sudah disiapkan. Kemudian keempat orang pelaku, yaitu Balong,Pe­thak, Tangsil dan Cawik tampil bersama germa selaku sesepuh seka­ligus pengatur laku (sutradara). Keempat pemain tersebut masih tertutup mukanya dengan sepotong kain.
  2. Germa membuka permainan dengan semacam kata pendahu­luan yang menerangkan, bahwa seratus empat puluh empat orang bidadari kahyangan turun ke arcapada bumi. Seratus orang berada di luar arena, empat puluh berada di tengah arena bersama Panjak, dan empat orang bidadari sisanya telah lelagon dilanjutkan lagi, selalu dengan diawali dengan suara tunggal bagai pembuka (introduksi), baik oleh pemain atau oleh panjaknya
  3. Dari dialog ini dapat kita tangkap kisah yang ingin disampaikan, yang ringkasnya seperti berikut. Pethak berusaha mencari pekerjaan, dan datang kepada Balong. Tetapi tidak berhasil, kemudian berangkat menuju ke rumah Tangsil-orang petani.
  4. Di sini lamarannya diterima, lalu bekerja pada Tangsil penggarap sawah, menabur benih, menanam padi, sampai masa menuainya . Setelah masa panen selesai, dan hasil panennya bagus, mereka lalu menghibur diri dengan tandhakan, sebuah kesenian sejenis ronggeng.
  5. Ronggengnya adalah Cawik. Setelah ini selesailah acara utama permainan “panjak hore”. Dalam penutupnya, dinyanyikan slagon yang isi syairnya mengisahkan, bahwa para pemain telah melepaskan pakaiannya dan bidadari pun meninggalkan arcapada kembali kekahyangan.
  6. Sampai di sini permainan Panjak Hore sebenarnya sudah habis, tetapi nampaknya sekarang Panjak Hore tidak berdiri sendiri, melainkan bergabung dengan permainan lain yaitu Jaran Kepang, Kalonganlan Lawakan sebagai atraksi penutup. Kalau diurutkan permainanya maka acara pertama adalah Panjak Hore. acara kedua diisi oleh permainan Jaran Kepang (kuda lumping). Acara ketiga Kalongan, yang merupakan tontonan akrobatik, sedang lawakan menempati acara terakhir.
  7. Hal ini mungkin telah sama-sama dikehendaki, agar permainan tidak akan cepat berakhir, tetapi masih berkelanjutan dengan atraksi-atraksi lain, sehingga merupakan hiburan yang lengkap. Dengan bergabungnya beberapa atraksi tersebut, maka permainan berlangsung hampir semalam suntuk, dari sekitar jam 9 malam sampai jam 3 dinihari.
  8. Kata-kata pendahuluan yang dibawakan oleh Germa itu disebut tandhuk. Dalam penyampaian tandhuk, kalimat demi kalimat selalu disambut penonton dengan sorak-sorai. Begitu tandhuk selesai, dibukalah kerudung yang menutupi muka keempat pemain, yang langsung disambut oleh lelagon Panjak.
  9. Maka permainan pun mulai. Keempat pemain itu menari-nari mengitari Panjak , dengan jalan memutar ke kanan seperti arah jarum jam. Pada saat-saat tertentu lelagon berhenti guna memberi kesempatan kepada pemain untuk berdialog, yang sering diselingi humor dan lawak yang memang menjadi kesenangan masyarakat setempat.

10. Peranannya Masa Kini Kiranya sudah jelas peranan permainan Panjak Hore di masa kini, yakni tetap merupakan hiburan ringan bagi masyarakat petani setelah merampungkan pekerjaan berat berbulan-bulan menggarap sawah untuk mencapai hasil panen yang diharapkan.

Source http://jawatimuran.net/ http://jawatimuran.net/2013/03/24/panjak-hore-kabupaten-tuban-jawa-timur/
Comments
Loading...