Isi Sajen Upacara Ngerik Dalam Prosesi Pernikahan Jawa

0 148

Isi Sajen Upacara Ngerik Dalam Prosesi Pernikahan Jawa

Dalam adat istiadat kultur Jawa, sajen adalah sesajian yang berupa makanan, hewan atau buah-buahan yang dipersembahkan kepada arwah leluhur serta kekuatan gaib yang ada dalam upacara yang diselenggarakan. Seiring dengan adanya pengaruh Agama Islam (dan agama lainnya) dalam kehidupan beragama masyarakat Jawa, maka sesajen pun beralih fungsi. Sesajen dianggap sebagai salah satu simbolisasi dan tradisi nenek moyang yang disediakan dengan tujuan dan makna mulia.

Dalam pernikahan jawa, sajen dipersembahan pada waktu-waktu ritual tertentu, misalnya untuk Midodareni, Siraman, dan seterusnya. Umumnya sesajen erat kaitannya dengan hasil bumi hasil bumi dan kekayaan alam,misalnya berupa tanaman, pepohonan, ataupun buah-buahan yang mengandung makna filosofis tertentu.

Berikut ini beberapa jenis sajen yang dipersembahkan saat ritual upacara pernikahan, berikut makna filosofinya.

Sajen Upacara Ngerik

Upacara Ngerik merupakan ritual membersihkan rambut-rambut halus yang tumbuh di bagian kening dan tengkuk, sebagai simbolisasi untuk membuang hal-hal yang kotor dari calon pengantin wanita. Upacara Ngerik kemudian dilanjutkan dengan memberikan pola paes pada dahi calon pengantin putri. Rangkaian prosesi ini dilaksanakan seusai ritual siraman.

Sajen untuk upacara Ngerik:

(a). Jajan Pasar.

(b). Satu sisir pisang raja dan satu sisir pisang pulut.

(c). Macam-macam jenang/bubur.

(d). Seekor ayam jantan yang masih hidup.

(e). Bumbu dapur.

(f). Padi-padian dan kacang kacangan. 

(g). Empon-empon.

(h). Kendi kecil, cempluk, lentera kecil di-nyalakan.

(i). Kinang (sirih, kapur, jambe, tembakau).

(j). Kembangboreh, sisir, kaca, kapas, dll.

(k). Tumpeng kecil dan urap.

(l). Letrek (sindur kecil warna biru di tengahnya putih/bangun tulak).

Source http://mahligai-indonesia.com/ http://mahligai-indonesia.com/pernikahan-nusantara/isi-sesajen-pernikahan-jawa-4448
Comments
Loading...