Isi Sajen Siraman Dalam Prosesi Pernikahan Jawa

0 166

Isi Sajen Siraman Dalam Prosesi Pernikahan Jawa

Dalam adat istiadat kultur Jawa, sajen adalah sesajian yang berupa makanan, hewan atau buah-buahan yang dipersembahkan kepada arwah leluhur serta kekuatan gaib yang ada dalam upacara yang diselenggarakan. Seiring dengan adanya pengaruh Agama Islam (dan agama lainnya) dalam kehidupan beragama masyarakat Jawa, maka sesajen pun beralih fungsi. Sesajen dianggap sebagai salah satu simbolisasi dan tradisi nenek moyang yang disediakan dengan tujuan dan makna mulia.

Dalam pernikahan jawa, sajen dipersembahan pada waktu-waktu ritual tertentu, misalnya untuk Midodareni, Siraman, dan seterusnya. Umumnya sesajen erat kaitannya dengan hasil bumi hasil bumi dan kekayaan alam,misalnya berupa tanaman, pepohonan, ataupun buah-buahan yang mengandung makna filosofis tertentu.

Berikut ini beberapa jenis sajen yang dipersembahkan saat ritual upacara pernikahan, berikut makna filosofinya.

Sajen Siraman

Siraman menjadi ritual yang ditandai dengan memandikan calon pengantin dengan maksud menyucikan diri. Siraman akan dilakukan oleh sesepuh dari keluarga calon pengantin dengan menyiram air kembang tujuh rupa. Dalam acara siraman juga disiapkan sajen berupa; ayam Panggang bumbu bawang, ketumbar dan garam, dua buah kelapa yg baru tumbuh serta jajanan pasar.

Yang menarik dalam sajen siraman, sang empunya hajat juga menyediakan Tumpeng Robyong. Tumpeng Robyong terdiri dari tumpeng nasi putih dengan bagian puncak tumpeng yang ditutupi contong daun pisang dan  ditancapkan telur rebus dan lauk-pauk lainnya yang ditusuk dengan lidi. Selain itu disertakan pula sayur-sayuran mentah dan bunga kenanga, ditata secara acak, agar terlihat rimbun atau ‘robyong’. Tumpeng yang terlihat ‘meriah’ ini ditempatkan pada bakul atau tampah, memiliki makna agar perhelatan dikunjungi banyak tamu.

Source http://mahligai-indonesia.com/ http://mahligai-indonesia.com/pernikahan-nusantara/isi-sesajen-pernikahan-jawa-4448
Comments
Loading...