Hikayat: Salah satu Karya Sastra Peninggalan Masa Kerajaan Islam di Indonesia

0 66

Hikayat: Salah satu Karya Sastra Peninggalan Masa Kerajaan Islam di Indonesia

Hikayat merupakan salah satu bentuk karya sastra prosa yang berisi tentang kisah, cerita, tokoh sejarah, dan dongeng. Pada umumnya hikayat mengisahkan mengenai kehebatan dan kepahlawanan orang-orang terdahulu semisal kemampuan ajaib atu kesaktian.

Hikayat peninggalan kerajaan islam banyak dipengaruhi oleh budaya Arab, Persia, serta india. Karya sastra ini berisikan nilai keislaman sekaligus untuk sarana berdakwah kepada masyarakat. Juga berisi ajakan kepada setiap muslim untuk memperkuat keimanannya.

Ciri khas hikayat yang bernilai Islam di Nusantara ialah berisikan cerita mengenai tokoh pahlawan yang berjuang untuk kedaulatan suatu daerah. Ada juga mengenai kisah kepahlawanan pada orang terdahulu.

Ada beberapa karya sastra Hikayat peninggalan kerajaan Islam sebagai berikut :

Hikayat Raja-raja Kerajaan Pasai

Karya sastra ini lumayan berumur tua dan diperkirakan ditulis abad ke-14 Masehi. Isi dari karya sastra ini berkisah tentang Merah Silu yang bermimpi bertemu Nabi Muhammad. Kemudian di mimpi tersebut Marah Silu bersyahadat dan menjadi Sultan Pasai pertama dengan gelar Malik al-Saleh.

Hikayat Si Miskin

Karya sastra peninggalan kerajaan islam ini dikenal juga dengan nama Hikayat Marakarma. Di dalamnya berkisah mengenai Manakarma yang lahir dari keluarga yang miskin. Kemudian dengan akhlak budi yang baik, Manakarma bisa menjadi seorang raja. Hikayat ini banyak berisi mengenai ajaran moral dalam islam dan keutamaan menuntut ilmu.

Hikayat Amir Hamzah

Hikayat Amir Hamzah ditulis sekitar tahun 1511. Karya ini berisi mengenai kepahlawanan Amir Hamzah dalam memperjuangkan Islam. Selain itu juga menceritakan perjuangan beliau mempertahankan Melaka dari serangan Portugis. Ada juga kisah beliau ketika melawan mertuanya yang saat itu masih kafir.

Hikayat Bayan Budiman

Hikayat yang satu ini mengisahkan tentang burung bayan yang mencegar seorang perempuan muda ketika hendak selingkuh. Sebenarnya kisah didalam hikayat ini berbingkai yang disadur dari hikayat India, Sukasaptati. Sebelumnya juga pernah pada 1371, diadaptasi ke dalam bahasa Persia oleh Kadi Hassan.

Hikayat Prang Sabi

Hikayat ini ditulis oleh Tgk Chik Pante Kulu pada 1881. Kehebatan hikayat ini dapat menggerakkan hati rakyat Aceh untuk berjihad melawan Belanda. Hikayat Prang Sabi mengisahkan tentang bidadari surga (ainul mardhiyah) yang bisa menjadi teman diakhirat bagi para pejuang yang syahid dalam perang.

Source https://ibnudin.net/ https://ibnudin.net/karya-sastra-peninggalan-kerajaan-islam/
Comments
Loading...