Hari-hari Pasaran Pada Kalender Jawa

0 254

Hari-hari Pasaran Pada Kalender Jawa

Kalender Jawa sama halnya dengan kalender-kalender yang lain menunjukkan tahun, bulan, tanggal dan hari dari suatu saat. Dalam sistem kalender ini selain ada tujuh hari, minggu sampai dengan sabtu juga ada lima hari pasaran: kliwon, legi, pahing, pon dan wage.

Di Jawa kedua macam hari itu digabungkan untuk mengingat kejadian-kejadian yang penting, misalnya seseorang lahir hari Minggu Kliwon atau Minggu Wage, seseorang meninggal hari Jumat Legi atau Jumat Pon.

Pekan yang terdiri atas lima hari ini disebut sebagai pasar oleh orang Jawa dan terdiri dari hari-hari

Hari Pasaran Lima

Hari-hari pasaran merupakan posisi sikap (patrap) dari bulan.

  1. Kliwon (Asih) melambangkan jumeneng atau berdiri.
  2. Legi (Manis) melambangkan mungkur atau berbalik arah kebelakang.
  3. Pahing (Pahit) melambangkan madep atau menghadap.
  4. Pon (Petak) melambangkan sare atau tidur.
  5. Wage (Cemeng) melambangkan lenggah atau duduk.

Kemudian sebuah pekan yang terdiri atas tujuh hari ini, yaitu yang juga dikenal di budaya-budaya lainnya, memiliki sebuah siklus yang terdiri atas 30 pekan. Setiap pekan disebut satu wuku dan setelah 30 wuku maka muncul siklus baru lagi. Siklus ini yang secara total berjumlah 210 hari adalah semua kemungkinannya hari dari pekan yang terdiri atas 7, 6 dan 5 hari berpapasan.

Untuk lebih jelasnya perhatikan perumusan tata penanggalan
  • Perhitungan hari dengan siklus 5 harian disebut sebagai Pancawara – Pasaran. (Artinya dalam 1 minggu (Pancawara) hanya ada 5 hari)
  • Perhitungan hari dengan siklus 6 harian disebut Sadwara – Paringkelan.
  • Perhitungan hari dengan siklus 7 harian disebut Saptawara – Padinan.
  • Perhitungan hari dengan siklus 8 harian disebut Hastawara – Padewan
  • Perhitungan hari dengan siklus 9 harian disebut Sangawara – Padangon
  • Perhitungan hari dengan siklus mingguan (7 hari) terdiri 30 minggu disebut Wuku.

Namun jaman sekarang yang biasa dipakai hanya 2 jenis minggu saja, yaitu Pancawara (pasaran) dan Saptawara (Padinan). Misalnya Senin Legi, Selasa Pahing dan seterusnya. Saptawara dipakai karena dinilai universal (sirklus 7 hari). Sedangkan Pancawara tetap dipakai karena melambangkan jati diri manusia Jawa yang berbudaya.

Source https://sabdadewi.wordpress.com/ https://sabdadewi.wordpress.com/2013/12/27/sistem-kalender-jawa/
Comments
Loading...