Hakekat Bicara: Mengapa Kita Diberi Satu Mulut Dan Dua Telinga

0 41

Hakekat Bicara: Mengapa Kita Diberi Satu Mulut Dan Dua Telinga

Ternyata urusan BICARA dan keturunannya yang terkait dengan olah mulut, misalnya MENCELA dan MEMUJI, mendominasi ranking teratas dalam pitutur Jawa. Benarlah kata peribahasa Indonesia yang mengatakan “Mulutmu harimau kamu” maupun “Berbicara peliharalah lidah, berjalan peliharalah kaki”. Dapat disimpulkan bahwa masalah manusia ada pada mulutnya.

Hakekat Bicara: Mengapa Kita Diberi Satu Mulut Dan Dua Telinga

Kita diparingi cangkem siji lan kuping loro dening Kang Maha Kuwasa, lire mengku karep amrih kita kudu luwih akeh ngrungokake katimbang micara. Yektine wong kang dhemen ngumbar cangkeme tinimbang kupinge adate wicarane gabug. Suwalike sing akeh ngrungokake, wicarane setithik nanging patitis lan mentes. Pantes dadi jujugane sadhengah wong kang mbutuhake rembug kang prayoga.

TERJEMAHAN: Tuhan memberi kita satu mulut dan dua telinga maknanya supaya kita ini lebih banyak mendengar daripada bicara. Senyatanya orang yang suka mengumbar mulut kebanyakan bicaranya kosong. Sebaliknya orang yang banyak mendengar, bicaranya sedikit tetapi tepat dan berisi. Orang ini pantas menjadi tujuan orang-orang yang membutuhkan nasihat yang benar.

Source http://iwanmuljono.blogspot.com/ http://iwanmuljono.blogspot.com/2012/10/pitutur-kumpulan-1-berbicara.html
Comments
Loading...