Hajat Lembur Kampung Cikareumbi

0 168

Hajat Lembur Kampung Cikareumbi

Hajat Lembur diselenggarakan di Kampung Cikareumbi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Budaya ini sudah ada sejak pemerintahan Tatar Ukur (1628), diselengarakan 1 tahun sekali tepat pada tanggal 10 Muharram. Hajat Lembur sendiri dapat diartikan sebagai tradisi rasa syukur atas kesuburan tanah yang menghasilkan sayur mayur yang berlimpah, bersyukur atas kesehatan yang baik, dan rezeki yang berlimpah. Mata pencaharian sebagian besar warga Kampung Cikareumbi adalah sebagai petani, maka dari itu mereka bersyukur atas keberhasilan dalam bertani. Makna lain dari Hajat Lembur yaitu membuang sifat-sifat buruk yang ada dalam diri, seberti sombong, serakah, licik, picik, dan lainnya.

Ritual-ritual yang dilakukan sebelum diselenggarakannya Hajat Lembur yaitu menyembelih kambing yang dilakukan oleh Kepala Adat Kampung Cikareumbi, lalu memasak bersama dengan warga kampung, berdoa sebagai rasa syukur, dan diakhiri dengan makan bersama.

Acara inti dari Hajat Lembur yaitu berdoa, bersukur, dan membersihkan hutan atau lingkungan. Hal ini dilakukan karena warga Kampung Cikareumbi percaya bahwa sebagian besar rezeki yang diberikan oleh Sang Pencipta melalui alam, maka ungkapan rasa syukur juga harus diwujudkan dengan memelihara alam. Yaitu dengan mengadakan Ruwatan Hulu Wotan di Gunung Hejo atau merawat, memelihara, dan menjaga mata air di Gunung Hejo yang menjadi sumber mata air bagi perkebunan sayur mayur di Cikareumbi, serta bagi kebutuhan sehari-hari lainnya.

Adapun tradisi Ruwatan Hulu Wotan di Gunung Hejo diawali dengan prosesi iring-iringan ratusan warga dari Kampung Cikareumbi menuju sumber mata air Gunung Hejo yang jaraknya sekitar 6 km dari perkampungan. Warga harus menyusuri empat punggung bukit dan melintasi empat aliran sungai.

Setelah semua prosesi selesai, warga Kampung Cikareumbi menyelenggarakan acara hiburan. Acara hiburan berupa pagelaran wayang, dangdutan ataupun kegiatan lainnya. Dana untuk menyelenggarakan Hajat Lembur didapat dari iuran warga Kampung Cikareumbi yang dikumpulkan kepada Kepala Adat atau para pengurus. Biasanya dalam sekali penyelenggaraan Hajat Lembur menghabiskan uang yang banyak (sekitar puluhan juta) karena untuk membeli sapi, kambing, bahan-bahan makanan, dan untuk menyewa acara hiburan.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Hajat-Lembur-Kampung-Cikareumbi/
Comments
Loading...