Hajad Dalem Labuhan Ageng Parangkusumo

0 162

Labuhan Ageng Parangkusumo adalah sebuah acara dalam rangka memperingati Jumenengan Ngerso Dalem Hamengku Buwono X yang sampai tahun ini sudah terhitung 29 tahun, yang mana Jumenengan Ngerso Dalem Hamengku Buwono X ini pertama kali dulu diadakan tepatnya pada tanggal 7 Maret 1989.

Pada tahun ini disebut dengan Labuhan Ageng, dimana labuhan ini dilaksanakan atas dasar perintah Raja Kasultanan yang dilaksanakan hari Senin Legi, 30 Rejeb, Dal 1951 atau tepatnya tanggal 16 April 2018 dilaksanakan Hajad Dalem Labuhan Ageng di Pemancingan, Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

Karena pada tahun ini merupakan Labuhan Ageng, yangnya dilaksanakan di empat tempat yaitu di wilayah Yogyakarta dilaksanakan di Labuhan Parangkusuma (Kecamatan Kretek) dan Labuhan Merapi (Kecamatan Cangkringan), serta di wilayah Jawa Tengah di  Labuhan Lawu (Kecamatan Karangpandan), Labuhan Wonogiri (Kecamatan Tirtomoyo).

Labuhan Ageng selalu dilaksanakan di 4 tempat ini dan dilaksanakan tipa 8 Tahun sekali, sedangkan Labuhan Alit yang dilaksanakan tiap tahunnya hanya di laksanakan di tiga tempat yaitu Labuhan Parangkusuma, Labuhan Merapi dan Labuhan Lawu.

Rangkaian upacara Hajad Dalem Labuhan Ageng Parangkusumo dimulai dari barang-barang yang mau dilabuh di serah terimakan pada Bupati Bantul yang kemudian disinggahkan di Pendopo Kecamatan Kretek, kemudian diserahkan pada juru kunci pantai Parangkusuma (mas penewu Suraksojaladri) kemudian di bawa ke Pemancingan, lalu ke napak tilas tempat pertemuan Panembahan Senopati dengan Nyai Roro Kidul, baru kemudian barang-barang tersebut di labuhkan di pantai Parangkusuma.

Barang-barang yang akan dilabuhkan terbagi menjadi 4 bagian yaitu:

1.Pengajeng

Nyamping Cinde Abrit, Nyamping Pandan Serat, Nyamping Limar, Nyamping Cangkring, Semekan Solok, Semekan gadhung Tepen, Semekan gadhung Mlati Tepen, Semekan Jingga Tepen, Semekan Udaraga Tepen, Semekan Banguntulak Tepen.

2.Pendherek

Nyamping Polang, Semekan Solok, Semekan gadhung Mlati, Semekan Dringin, Semekan Songer, Semekan Pandan Binetot, Semekan Podhang Ngisep Sari, Semekan Banguntulak, Semekan Teluhwatu, Kuluk Kanigara, Kuluk Pethak, Songsong Gilap, Ratus, Pethekan Alus, Lisah Konyoh, Sela, Yantra Tindhih.

3.Lorodan Agem Dalem

Dhesthar, Rasukan Surjan, Nyamping, Hem, Lancingan Panjang, Lancingan.

4.Sanese

Rikma Dalem, kenaka Dalem, Layon Sekar Kanjeng Kyai Ageng, Lanyon Sekar.

Sebelum acara Labuhan Ageng ini dilaksanakan, di Kraton Yogyakarta juga sudah diadakan rangkaian acara pendukungnya mulai dari Ngabluk, Ngapem sampai Sugengan di Bangsal Kencono yang semua dilasanakan secara terutup. Baru pada tanggal 16 April 2018 ini, ugorampe labuhan ini diberangkatkan dari Bangsal Srimanganti.

Selama acara ini berlangsung di Pantai Parangkusuma, sangat menarik wisatawan yang kebetulan ada di tempat ini. Tidak hanya wisatawan lokal saja yang tertarik, bahkan wisatawan asing pun tertarik dengan prosesi ini, mereka tanpa sadar mengikuti acara budaya ini, yang secara tidak langsung sangat menarik bagi wisatawan di Yogyakarta.

Haparapan diadakan acara Hajad Dalem Labuhan Ageng Parangkusumo ini semua untuk kesejahteraan masyarakat Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, agar dijauhkan dari malapetaka, selain itu juga sebagai rasa ungkapan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas segala berkat dan hidayahnya selama ini. Selain sebagai bagian dari sebuah ritual, acara ini secara tidak langsung dapat menarik wisatawan lokal maupun asing untuk melihat prosesi ini sebagai bagian dari pariwisata Yogyakarta dan ragam budaya indonesia.

Source https://myimage.id https://myimage.id/labuhan-ageng-parangkusumo/
Comments
Loading...