“Gusaran” Upacara Menghilangkan Runcingnya Gigi Susu

0 56

Gusaran atau Peperan adalah menggosokan batu gosok di gigi, pada zaman dulu yang digunakan bukan batu gosok melainkan uang logam yang terbuat dari bahan tembaga yang di beri nama Uang Benggol. Pada zaman dulu pertama kali muncul istilah gusaran hanya dipakai untuk  anak perempuan karena sebagai ganti dari khitan yang dilakukan anak laki-laki, tetapi setelah perkembangan zaman anak laki-laki pun melakukan gusaran karena makna dari Gusaran itu adalah menghilang runcingnya gigi susu. Namun, secara mistis gusaran dilakukan dengan tujuan mencari keselamatan diri dari segala gangguan dan kesengsaraan yang melingkupi permohonan masyarakat agar dalam menjalani kehidupannya senantiasa memperoleh keselamatan, jauh dari gangguan setan serta penolak bala.

Sekilas Upacara Gusaran

Gusaran ini biasanya dilakukan dengan hajatan yang cukup mewah untuk sebuah ukuran upacara adat. Kemewahan acara ini tergantung dari ukuran ekonomi yang melaksanakannya. Jika yang mampu maka akan ada hiburannya seperti Wayang Golek, Rempak Gendang, atau Jaipong. Orang yang di undang dalam acara ini akan datang dan biasanya membawa baskom yang berisi beras dan di atas beras ditumpangi dengan makanan-makanan lainnya, seperti rengginang, opak, rempeyek, dan pisang. Pada saat di tempat hajat, baskom-baskom yang berisi beras dan makanan lainnya itu di pisahkan oleh ibu-ibu yang mengatur tata makanan di tempat hajat. Saat pulangnya akan di tukarkan dengan isi makanan yang tersedia di tempat hajatan seperti nasi, semur ayam, sayur, telur dan lain-lain tergantung dari tempat yang hajatan.

Hasil gambar untuk upacara adat gusaran

Ritual Upacara Gusaran

Dalam pelaksanaan gusaran akan dibacakan doa-doa yang dipimpin oleh sesepuh adat, yaitu membaca istigfar 3 kali kemudian syahadat dan sesudahnya membaca doa selamat, mugi gusti ngahampura kana dosa abdi sadaya, mugi gusti ngajabah kana doa abdi sadaya yang artinya semoga Allah mengampuni dosa kami semua dan semoga Allah mengabulkan doa kami semua. Setelah gusaran selesai dilakukan ritual yang di dalam bahasa sunda disebut “nyawer”. Nyawer adalah menaburkan uang di atas anak yang digusar dalam keadaan di payungi. Dalam baskom untuk nyawer di isi dengan uang logam, beras, dan permen, yang menaburkan saweran itu adalah sesepuh yang dituakan di dalam keluarga.

Saweran itu akan di ambil secara berebutan oleh anak-anak bahkan sampai orang tua yang berada disana. Maknanya bahwa semoga hidup anak itu akan dilingkupi keberkahan, cukup uang, cukup makan yang intinya itu serba kecukupan. Sebelum hajatan gusaran dilakukan orang tua dari anak yang akan di gusar melakukan beberapa ritual adat, seperti nyekar ke makam dengan arti yaitu untuk meminta doa restu kepada leluhur yang sudah meninggal agar diberi kelancaran dalam acara itu. Membersihkan rambut-rambut kecil yang ada di kening dengan maksud untuk mensucikan diri, dimana rambut yang tumbuh di kening itu masih bawaan dari bayi, jadi harus di kerok agar tumbuh yang baru agar semua menjadi suci kembali. Terakhir yaitu ngagesrek atau membersihkan kerak-kerak gigi dengan uang logam dengan maksud untuk mensucikan diri agar gigi terlihat rapi dan rata.

Source Gusaran atau peperan adalah menggosokan batu gosok di gigi, pada zaman dulu yang digunakan bukan batu gosok melainkan uang logam yang terbuat dari bahan tembaga yang di beri nama uang benggol. Gusaran atau peperan adalah menggosokan batu gosok di gigi, pada zaman dulu yang digunakan bukan batu gosok melainkan uang logam yang terbuat dari bahan tembaga yang di beri nama uang benggol.

Leave A Reply

Your email address will not be published.