Gerakan Tari Gandrung

0 174

Gerakan Tari Gandrung

Tari Gandrung adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Karena asalnya tersebut, tarian ini juga kerap dinamai tari Gandrung Banyuwangi. Tari tradisional satu ini pada awalnya merupakan sebuah ritual yang ditujukan untuk mengungkapkan kekaguman masyarakat Banyuwangi pada Dewi Sri, seorang dewi yang dalam mitologi Hindu Jawa Kuno dianggap sebagai Dewi Padi atau Dewi kesejahteraan yang telah memberikan hasil panen berlimpah pada masyarakat. Terlepas dari mitos tersebut, tari Gandrung kini telah dianggap mewakili kebudayaan Banyuwangi sehingga tak heran bila kemudian tarian ini menjadi ikon pariwisata unggulan dari kabupaten yang terletak di ujung Timur pulau Jawa ini. 

Secara umum, gerakan tari Gandrung terbagi atas 3 pembabakan, mulai dari babak awal, pertengahan, hingga babak akhir.

  • Babak awal tarian disebut dengan istilah Jejer. Jejer merupakan sebuah rangkaian gerakan yang membuka tarian. Para penari pada babak ini akan menyanyikan beberapa lagu pembuka dan menari secara solo.
  • Babak pertengahan disebut dengan istilah maju atau ngibing. Pada babak ini para penari mulai bergerak menarikan tarian seraya memainkan selendangnya. Tamu yang diberi selendang oleh penari berarti tengah diberi kesempatan untuk ikut menari di atas panggung. Umumnya satu penari perempuan akan dikerumuni oleh 4 penari pria yang membentuk pola bujur sangkar. Mereka akan menari bersama-sama serentak mengikuti ritme dan irama musik yang mengiringinya.
  • Bagian babak terakhir disebut dengan istilah Seblang subuh. Babak ini merupakan babak penutup tarian. Gerakan yang dominan pada seblang subuh adalah gerak perlahan yang penuh penghayatan. Kipas yang merupakan satu-satunya properti pada tarian ini dimainkan pada babak Seblang Subuh.
Source http://adat-tradisional.blogspot.com/ http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/11/tari-gandrung-banyuwangi-gerakan.html
Comments
Loading...