Gerakan Tari Gambyong Jawa Tengah

0 352

Gerakan Tari Gambyong Jawa Tengah

Tari Gambyong  adalah tarian tradisional yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Tari ini sering kali dipertunjukan dalam acara-acara besar, seperti festival, pameran, ataupun merayakan hari-hari penting. Tarian gambyong ini sangat banyak yang menyukai dari masyarakat domestik maupun wisatawan mancanegara. Karena tari ini memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri, dibanding tari-tari lainnya.

Gerakan tari gambyong merupakan sebuah kreasi baru dari koreografi sebagian besar berasal dari tari tayub. Perbedaan tari tayub dan tari gambyong pada dasarnya dilakukan pada garis dan gerak yang jauh lebih besar. Tari gambyong ini memiliki unsur estetis atau keindahan yang terletak pada kekompakan para penarinya. Dengan gerakan yang bertempo pelan, penari menari lemah gemulai yang menggambarkan sebuah kelembutan dan keindahan seorang wanita.

Para penari gambyong akan memainkan keluwesan gerakan badannya, dari mulai kepala, tangan, dan kaki secara bersamaan seiring dengan irama kendang. Gerakan mata penari akan selaras dengan gerakan tangan yang menjadikan tarian ini harmonis.

Untuk pembukaan pagelaran tari gambyong, pada umumnya dipertunjukan dengan gending pangkur. Gending pangkur adalah bagian dari beksan atau biasa disebut dengan Intro. Beksan merupakan lagu pembuka tarian yang dilakukan untuk mengundang para penari naik ke atas panggung. Tari gambyong terdiri dari tiga bagian yaitu gerakan awal (maju beksan), gerakan utama (beksan), gerakan penutup (mundur beksan). Saat sedang beraksi penari sering memperlihatkan ekspresi wajah yang anggun dan senyuman indah.

Seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini dikembangkan dan telah menghasilkan banyak inovasi-inovasi baru. Sehingga terlahirlah beberapa jenis tarian gambyong. Diantaranya adalah gambyong sala minulya, gambyong ayun-ayun, gambyong gambirsawit, gambyong dewandaru, gambyong mudhatama, gambyang apangkur, dan gambyang campursari.

Source https://qudsfata.com/ https://qudsfata.com/tari-gambyong/
Comments
Loading...