Genjring Akrobat, Sirkus Tradisional Bernafaskan Islami Khas Cirebon

0 70

Genjring adalah salah satu kesenian khas pantura, khususnya wilayah Indramayu dan Cirebon. Kesenian ini berbentuk atraksi “akrobat ala Indonesia”, yang uniknya dilakukan oleh ibu-ibu yang usianya hampir separuh baya. Genjring Akrobat merupakan gabungan dari kesenian genjring ketiping dengan kesenian debus. Pada awalnya, kesenian ini merupakan media untuk menyebarkan ajaran agama Islam.

Asal-usul Kesenian Genjring Akrobat
Kesenian Genjring Akrobat pertama kali ada sekitar era tahun 1940-an yang tak lepas dari penyebaran Islam di Cirebon. Dulu, genjring ini kerap dimainkan oleh para santri dengan iringan musik dua genjring berukuran besar. Kemudian, setelah muncul mushala, bertambah empat buah genjring berukuran kecil. Tahun 1960-an, digunakan empat genjring kecil, kemudian ditambah satu buah dog-dog. yang melambangkan, dalam sehari, salat ada lima waktu.
Untuk tetap melestarikan kesenian Genring Akrobat, pada tahun 1964 seniman Cirebon bernama Kasbula, mendirikan sebuah grup kesenian Genjring Putri Kuda Kecil. Grup tersebut menampilkan atraksi keterampilan keseimbangan tubuh para perempuan dari segala umur. Pada dekade tahun 1980-1990-an, kelompok kesenian genjring akrobat di Indramayu dapat dikatakan cukup banyak, jumahnya bisa mencapai puluhan kelompok. Namun seiring dengan perkembangan zaman, jumlah kelompok kesenian genjring akrobat ini perlahan mulai terkikis. Tercatat kini hanya ada kurang dari sepuluh kelompok, yang masih bertahan untuk tetap melestarikan kesenian tradisional genjring akrobat ini. Kelompok kesenian genjring akrobat tersebut, biasanya melakukan pertunjukan pada berbagai event seperti, festival, acara pernikahan, khitanan, unjungan, dan lain-lain. Bahkan kadang-kadang, mereka juga melakukan pertunjukan keliling (ngamen) ke berbagai daerah untuk memperoleh penghasilan.
Pertunjukan Genjring Akrobat 

Pada dasarnya, kesenian ini menampilkan atraksi pemain yang didominasi oleh perempuan. Salah satu keunikan dari permainan ini adalah para pelaku akrobat itu tidak dilengkapi dengan alat pengaman. Seperti halnya kesenian Islam lain, kesenian ini menggunakan dasar  dari kitab Al-Berjanji, yang berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad.

Iringan musik yang digunakan berasal dari instrumen genjring, dogdog, dan gong. Selain itu juga ditampilkan tarian-tarian serta pertunjukan ketangkasan dan akrobat yang sarat dengan unsur magis dan hiburan untuk melengkapi paket hiburan ini secara keseluruhan. Bahkan sang akrobat melakukan berbagai aksi seperti memain-mainkan kotak dengan kaki, ketika ia sedang berbaring dengan posisi lilin. Kadang juga diatas kotak itu duduk seorang anak kecil, kemudian sang akrobat memutar-mutarkan kotak itu tanpa terjatuh. Bahkan yang lebih menakjubkan lagi apabila sudah menaikkan sepeda motor beserta pengemudinya yang ditahan oleh kaki.
Source Genjring Akrobat, Sirkus Tradisional Bernafaskan Islami Khas Cirebon Genjring Akrobat, Sirkus Tradisional Bernafaskan Islami Khas Cirebon Genjring Akrobat, Sirkus Tradisional Bernafaskan Islami Khas Cirebon

Leave A Reply

Your email address will not be published.