Gembyung, Seni Sakral Asli Warisan Leluhur Cirebon

0 103

Gembyung berasal dari dua suku kata yakni gem dan yung. Gem berasal dari kata ageman yang artinya ajaran, pedoman, atau paham yang dianut oleh manusia. Suku kata byung berasal dari kata kabiruyungan yang artinya kepastian untuk dilaksanakan. Gembyung memiliki nilai-nilai keteladanan untuk dijadikan pedoman hidup. Kesenian ini pertama kali berkembang pada masa penyebaran agama Islam, pada saat itu gembyung dimainkan oleh para santri pesantren dengan bimbingan sesepuh pesantren. Kesenian Gembyung ini biasa dipertunjukkan pada upacara-upacara kegiatan Agama Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Rajaban dan Kegiatan 1 Syuro yang digelar di sekitar tempat ibadah. Busana yang dipergunakan oleh para pemain kesenian ini adalah busana yang biasa dipakai untuk ibadah salat seperti memakai kopeah (peci), Baju Kampret atau kemeja putih, dan kain sarung.

Pada Pementasan gembyung selalu menampilkan alunan musik tradisional, mengandung unsur yang dianggap sakral. Hal ini tetap dipegang teguh oleh para seniman gembyung, untuk menjaga keaslian seni tradisi warisan leluhur ini.Gembyung terdiri dari beberapa unsur yaitu waditra, pangrawit atau pemain alat musik, juru kawih, penari, dan busana. Waditra yang dipakai adalah genjring kemprang, genjring kempring, genjring gembrung, gendang, dan kecrek.

Juru kawih gembyung biasanya laki-laki, yang biasanya melantunkan lagu berbahasa sunda. Penari gembyung biasanya seorang anak laki-laki atau bisa juga dari penonton yang sangat menyukai seni gembyung. Sehingga antara penari dengan penonton bisa melakukan tarian bersama-sama. Tarian gembyung mempunyai kekhasan antara lain gerakan atri dilakukan secara pelan, sesuai irama gembyung, dan penari biasanya sangat menikmati irama tarian ini. Ada juga penari yang seperti kerasukan dengan mata terpejam, pada saat alunan musik berhenti, penari seperti baru tersadar.lagu yang biasanya yang disajikan dalam kesenian gambyung yaitu Assalamualaikum, Basmalah, Salawat Nabi, Salawat Badar.

Sejarah Gembyung

Seni Gembyung merupakan salah satu kesenian Cirebon peninggalan para wali yang masih lestari. Gembyung adalah ensambel musik yang terdiri dari beberapa waditra terbang dengan tarompet yang merupakan jenis kesenian bernafaskan Islam. Konon seperti halnya kesenian terbang, gembyung digunakan oleh para wali yang dalam hal ini Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga sebagai media untuk menyebarkan agama Islam di Cirebon. Kesenian Gembyung ini biasa dipertunjukkan pada upacara-upacara kegiatan Agama Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Rajaban dan Kegiatan 1 Syuro yang digelar di sekitar tempat ibadah.

Source Gembyung, Seni Sakral Asli Warisan Leluhur Cirebon Gembyung, Seni Sakral Asli Warisan Leluhur Cirebon Gembyung, Seni Sakral Asli Warisan Leluhur Cirebon
Comments
Loading...