Gejluk Lesung, Desa Wisata Lerep Ungaran

0 23

Gejluk Lesung adalah sebuah alat tradisonal yang berfungsi sebagai pemisah kulit padi yang sudah kering (gabah) dengan cara ditumbuk disebuah kayu yang berbentuk perahu kecil hingga menjadi padi. Alat untuk menumbuk gabah kering ini berbentuk tongkat yang agak besar atau biasanya masyarakat Jawa menyebutnya dengan nama Alu, yang dilakukan secara berulang-ulang sampai kulit padi (sekam) ini terpisah dari padinya.

Sedangkan lesung sendiri merupakan sebuah wadah yang terbuat dari kayu yang besar dan utuh dimana pada bagian dalamnya dilubangi. Lubang ini berfungsi sebagai tempat meletakan gabah kering yang akan diolah (ditumbuk). Lesung biasanya terbuat dari kayu nangka yang sudah sangat tua. Selain sebagai alat pemisah sekam padi, alat ini bisa digunakan sebagai alat musik tradisional yang menghasilkan suara yang sangat harmonis (musik alat pertanian). Bunyinya thak-thek-thok-thak-thek-thok yang suaranya sangat  selaras. Biasanya juga diselinggi dengan gendhing-gendhing Jawa oleh para pemainnya dimana gendhing-gendhing itu bercerita tentang keceriaan hidup didesa serta dengan tarian-tarian kecil.

 

Pada jaman sekarang, Gejluk Lesung menjadi sebuah pertunjukan alat musik  yang sering ditampilkan pada sebuah acara seperti acara Merti Desa maupun acara seni tradisonal lainnya. Seperti pada acara Kirab Merti Bumi Serasi 2018, alat ini ditampilkan oleh Desa Wisata Lerep sebagai bagian dari pertunjukan andalannya. Kesenian tradisonal ini tidak ada pakemnya jika mau dimainkan oleh berapa orang. Pada jaman dulu alat ini hanya digunakan sebagai alat pengisi waktu luang selepas para petani seharian kerja menumbuk padi. Gejluk Lesung sebagai alat music tradisional di Desa Wisata Lerep masih dikembangkan dan dilestarikan, selain ingin melestariakan warisan seni budaya Indonesia yang adiluhung, desa ini menggunakan alat ini sebagai bagian dari daya tarik wisata mereka, bilamana ada tamu datang ke Desa Wisata Lerep ini pasti akan disuguhi oleh Gejluk Lesung dengan busana Lurik komplit khas gaya budaya Jawa.

Menurut para pemainnya yang rata-rata sudah berumur 65 tahun keatas ini, dulunya kesenian ini menurut kepercayaan para petani digunakan sebagai rasa syukur kepada Dewi Sri yang dikenal dengan Dewi Padi, atas hasil yang melimpah panen padi yang didapat oleh para petani, bahkan alat ini juga sering digunakan pada saat gerhana bulan, sebagai symbol pengusiran Batara Kala (napsu jahat) segera memuntahkan bulan dan gerhana segera berakhir. Sebuah symbol yang mempunyai makna kesejahteraanlah yang diharapkan oleh para petani ini. Meskipun Gejluk Lesung ini sudah banyak dilupakan karena tergerus era teknologi sekarang ini, Desa Wisata Lerep ini tetap mengembangkan sebagai acara hiburan, yang mendatangkan sensasi tersendiri, serta bagian dari pelestarian seni budaya tradisional yang adiluhung.

Source https://myimage.id https://myimage.id/gejluk-lesung-desa-wisata-lerep-ungaran/

Leave A Reply

Your email address will not be published.