Gebyur Bustaman, Tradisi Unik Menjelang Ramadhanan

0 78

Gebyur Bustaman, Tradisi Unik Menjelang Ramadhanan

Ratusan warga Kampung Bustaman, Kota Semarang mempunyai tradisi unik untuk menyambut datangnya Bulan Ramadan. Acara dimulai dari siang hari, dimana semua warga menyiapkan air berwarna-warni yang dibungkus dalam plastik. Air tersebut diambil dari sebuah sumur yang berdekatan dengan Mushala Al Barokah.

Menjelang sore hari, semua warga Kampung Bustaman berkumpul di halaman Musholah Al Barokah untuk pembacaan doa. Prosesi doa ini dipimpin oleh sesepuh kampung dan dilanjutkan dengan tradisi perang air. Acara tersebut langsung menghebohkan kampung dengan suara tertawa dan teriakan banyak orang. Uniknya lagi, tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh para remaja, tetapi juga orang tua.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Hari Bustaman mengatakan, Gebyuran Bustaman bertujuan untuk membersihkan warganya dari segala kotoran menjelang bulan Puasa. Hari berujar, bila tradisi unik tersebut sudah diadakan oleh warga sejak puluhan tahun silam. Pria berkulit legam itu mengungkapkan, warganya menggelar tradisi Gebyuran saat menjelang Bulan Ramadan untuk melestarikan tradisi lokal yang ditinggalkan oleh pendiri kampong, Kyai Bustaman.

Kyai Bustaman, merupakan tokoh agama yang meninggalkan banyak budaya Islam di Kota Semarang pada zaman kolonial Belanda. Hari yang kini menjadi pewaris tradisi tersebut juga menyampaikan, aksi Gebyuran ini diikuti oleh 300 warga dari RT 05/III Kampung Bustaman Kelurahan Purwodinatan. Warga Kampung Bustaman juga berharap gebyuran ini juga dapat menghilangkan dendam diantara mereka.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Gebyur-Bustaman-Tradisi-Unik-Menjelang-Ramadhan/
Comments
Loading...