Gamelan Jawa

0 384

Gamelan Jawa

Gamelan Jawa yaitu seperangkat alat musik tradisional Indonesia dengan nada pentatonis dengan beberapa laras  yang alat musiknya terdiri dari : Kendang, Bonang, Penerus, Demung, Saron, Peking (Gamelan), Kenong dan Kethuk, Siter, Gender, Gambang, Gong, Rebab, Slenthem dan Suling. Komponen utama alat musik gamelan adalah : bambu, logam, dan kayu. Masing – masing alat musik memiliki fungsi tersendiri dalam sebuah pagelara.

Kata Gamelan itu sendiri berasal dari bahasa Jawa “GAMEL” yang berarti memukul atau menabuh, diikuti akhiran “AN” yang menjadikannya sebagai kata benda.  Sedangkan istilah gamelan mempunyai arti sebagai satu kesatuan alat musik yang dimainkan secara bersama.

Tidak ada kejelasan yang pasti tentang sejarah terciptanya alat musik gamelan ini. Namun. gamelan diperkirakan lahir pada saat budaya dari Hindu – Budha  yang di dominasi Indonesia. Walaupun pada perkembangannya ada perbedaan dengan musik India, namun terdapat beberapa ciri yang tidak hilang, salah satunya adalah cara “menyanyikan” lagunya.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu Budha  yang mendominasi Negara Indonesia yang  pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini.

Perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanyikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang yaitu Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk  memberikan pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk gamelan.

 

Source Gamelan Jawa anakmusik.com
Comments
Loading...