Fungsi dan Nilai Budaya Bangkong Reang Cianjur

0 217

Fungsi dan Nilai Budaya Bangkong Reang Cianjur

Bangkong reang adalah satu jenis kesenian yang dapat mengadopsi berbagai jenis musik, seperti kawaritan (gending), populer, ndangdut, dan jaipong. Kesenian ini semata-mata hanya berfungsi sebagai hiburan, baik dalam menyemarakkan khitanan maupun hari-hari besar agama dan nasional (17 Agustusan).
Sebagaimana kesenian pada umumnya, kesenian ini juga tidak hanya mengandung nilai keindahan semata, tetapi juga kreativitas. Nilai kreativtas tidak hanya tercermin dari Sang pencitanya (Yayat), tetapi juga para pemainnya yang dituntut untuk membawakan homur-humor segarnya dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakatnya (termasuk pesan-pesan pembangunan). Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah jatidiri masyarakat pendukungnya.
Bangkong reang dapat dipentaskan dalam bentuk helaran, panggung, baik dalam ruang terbuka maupun tertutup. Pementasan diawali dengan penabuhan semua peralatan musik, kemudian pemeran katal (bangkong) masuk pentas sambil menari (menirukan gerakan katak). Penari tersebut diiringi dengan bunyi-bunyian yang menyerupai katak dari perelatan kingking, tontong, jongjrong, dan brang. Selanjutnya, pengidungan yang disusul dengan dialog yang diselingi dengan humor (komedi segar). Setelah itu, pelantunan lagu-lagu pop, dangdut, jaipong, dan lain sebagainya. Pementasan diakhiri dengan gending penutup. Sebagai catatan, kesenian ini sering diikuti dengan pesan-pesan kemasyarakatan, keagamaan, dan pembangunan.
 Untuk memainkan kesenian yang disebut sebagai bangkong reang dibutuh sebelas orang pemain, dengan rincian: seorang pemaian kingking yang memerankan suara katak kecil; seorang pemain tongtong memerankan suara katak yang agak besar; seorang pemain jongjrong yang memerankan suara katak besar; seorang pemain brang yang memerankan suara katak terbesar; seorang pemain kosrek yang memerankan ornament tambahan; seorang pemain terompet yang memerankan sebagai pembawa melodi; seorang pemain kendang yang memerankan pengatur irama; seorang pemain gong yang memerankan penyempurna rasa (patokan lagu); dua orang pemain kokok; dan seorang juru sekar. Dalam suatu pementasan, mereka mengenakan pakain sehari-hari, kecuali para pemain katak. Mereka menggunakan topeng yang menyerupai katak (bangkong).
Source http://uun-halimah.blogspot.co.id/ http://uun-halimah.blogspot.co.id/2007/12/bangkok-reang-cianjur.html
Comments
Loading...