Fungsi dan Makna yang Terkandung dalam Kesenian Sisingaan

0 32

Fungsi dan Makna yang Terkandung dalam Kesenian Sisingaan

Kesenian sisingaan secara garis besarnya terdiri dari 4 orang pengusung sisingaan sepasang patung sisingaan, penunggang sisingaan, waditra nayaga, dan sinden atau juru kawih. Secara filosofis 4 orang pengusung sisingaan melambangkan masyarakat pribumi yang terjajah atau tertindas. Sepasang patung sisingaan melambangkan kedua penjajah yakni Belanda dan Inggris. Sedangkan penunggang sisingaan melambangkan generasi muda yang nantinya harus mampu mengusir penjajah. Nayaga melambangkan masyarakat yang bergembira atau masyarakat yang berjuang dan memberi motivasi/semangat kepada generasi muda untuk dapat mengalahkan serta mengusir penjajah dari daerah mereka.

Kesenian sisingaan yang diciptakan oleh para seniman pada saat itu, sangat tepat dan jitu menggunakan sisingaan sebagai sarana/perwujudan/alat perjuangan, dalam melepaskan diri dari tekanan kaum penjajah. Sementara itu pihak kaum penjajah tidak merasa disindir, tidak terusik, akan tetapi malah merasa bangga melihat kesenian sisingaan, karena lambang negara mereka (singa) dijadikan sebagai bentuk kesenian rakyat.

Pihak penjajah hanya memahami bahwa kesenian sisingaan merupakan karya seni hasil kreativitas masyarakat secara spontan, sangat sederhana untuk sarana hiburan pada saat ada hajatan khitanan anak. Padahal maksud masyarakat Subang tidaklah demikian, dengan menggunakan lambang kebesaran Negara mereka, kemudian ada seorang anak yang naik di atasnya dengan menjambak rambut sisingaan, merupakan salah bentuk ekspresi kebencian kepada kaum penjajah.

Source https://www.tradisikita.my.id/ https://www.tradisikita.my.id/2017/02/sisingaan-kesenian-tradisional-subang.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.