Fragmen Tari Topeng Sekartaji Boyong

0 15

Fragmen Tari Topeng Sekartaji Boyong adalah sebuah kesenian tari topeng gaya Yogyakarta yang ide ceritanya mengambil dari epos Panji, didalamnya menceritakan tentang Prabu Klana Sewandana hendak mempersunting Dewi Sekartaji (Candra Kirana) dengan memerintahkan Brahmana untuk menculik Dewi Sekartaji di taman Kediri. Tapi dalam perjalannnya, niat Brahmana berubah. Dia menculik Dewi Sekartaji tidak untuk di berikan kepada Prabu Klana Sewandana tapi justru ingin memiliki Dewi Sekartaji untuk dirinya sendiri. Dalam perjalanannya Brahmana ketahuan mempunyai niat tersebut, karena dalam perjalanannya Prabu Klana Sewandana ternyata mengikuti setiap gerak gerik Brahmana.

Maka terjadilah peperangan antara keduanya, yang akhirnya Brahmana dapat dikalahkan dan terbunuh. Setelah Dewi Sekartaji ini di bawa oleh Prabu Klana Sewandana, Panji Asmarabangun yang mendapat keterangan dari putri-putri yang ada di taman Kediri, memerintahkan prajuritnya mencari Dewi Sekartaji, yang akhirnya terjadi peperangan. Dimana dalam peperangan tersebut mempertemukan Panji Asmarabangun dengan Prabu Klana Sewandana. Dalam peperangan tersebut akhirnya Prabu Klana Sewandana dapat dikalahkan dan dibunuh oleh Panji Asmarabangun. Maka kembali bersatulah Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji.

Hal ini disebabkan karena keprihatinan dunia terhadap pelestarian budaya dunia sangat minim. Maka bersama dengan UNESCO membentuk sebuah wadah sebagai sarana untuk menampilkan tari-tarian dengan keragaman budaya masing-masing yang ada di dunia. Tahun 2007 di Indonesia mulai gencar gerakan hari tari dunia ini dengan fokus mengajak anak-anak sekolah untuk menampilkan tari-tarian sampai sekarang. Gerakan pada Fragmen Tari Topeng Sekartaji Boyong ini menggunakan komposisi gerak ragam dari tari wayang wong, tetapi untuk lakon Panji, karena sebenarnya pakem dari wayang gedhok topeng itu, dimiliki oleh komunitas wayang topeng pedalangan. Namun karena Fragmen Tari Topeng Sekartaji Boyong ini mewakili Kraton Kasultanan Hadiningrat Yogyakarta, maka skema tata rakit, lajur dan keluar masuknya para penari mengaju pada konsep wayang wong gaya Yogyakarta dalam episode Panji.

Gerak dari tari topeng ada yang spesifik, lain dengan ringit purwo, contohnya sama-sama kinantang pada gerak tari topeng ada ornamen-ornamen yang memainkan tiap gerak-geraknya, serta gerak topengnya harus selalu bergerak dan tidak boleh diam. Hal ini untuk mengekspresikan tarian topengnya walau geraknya halus tetap saja bergerak atau tidak mati. Inilah tarian dengan mengekspresikan topeng jadinya, tidak sekedar menari memakai topeng. Dalam ranah pedalangan warna-warna topeng ada maknanya tersendiri, dimana kecenderungan topeng warna merah memiliki sifat yang antagonis, tetapi disisi lain warna yang yang lain bisa jadi antagonis maupun protagonis. Contohnya dalam kelompok Panji Asmarabangun ada warna yang hijau maupun pink. Sebuah warna yang berhubungan dengan karakter pribadinya tetapi tidak mencerminkan satu watak atau sifat baik atau buruk. Hanya saja yang dipakai oleh Prabu Klana Sewandana dengan Brahmana itu merah. Walaupun dengan nama Brahmana tetapi masih mempunyai sifat yang jahat. Brahmana dalam konteks penyimpangan karena menculik dan mengoda Dewi Sekartaji.

Busana yang dikenakan dalam Fragmen Tari Topeng Sekartaji Boyong ini semuanya identik dengan busana tari klasik gaya Yogyakarta dalam wayang purwo, hanya bedanya irah-irahan dan topengnya saja. Biasanya para penari ini dimake up. Pada wayang topeng ini yang paling menonjol adalah tekes yang merupakan ciri khas dari wayang topeng. Gendhing yang mengiringi Fragmen Tari Topeng Sekartaji Boyong ini merupakan gendhing-gendhing khas tari topeng pedalangan seperti gendhing wingrangrong, kecer, madu murti, srikaton, lancaran bendrong, singobarong, dimana gendhing-gendhing ini secara spesifik untuk iringan wayang topeng. Playonnya juga playon pedalangan wayang gedhok. Lagonnya juga sama seperti itu, cengkoknya memakai cengkok pedalangan bukan cengkok mataraman seperti wayang wong dan ini sangat berbeda.

Makna yang mau disampaikan dalam Fragmen Tari Topeng Sekartaji Boyong ini adalah peran utama dalam sisi Dewi Sekartaji dalah simbol kesetiaan seorang wanita, meskipun diculik, dia tetap setia kepada Panji Asmarabangun walaupun penculiknya seorang Raja sekalipun. Disisi lain ada pembelajaran yang berharga, orang yang diberi amanah itu seharusnya melaksanakan amanah tersebut, jangan dilanggar. Ini terjadi pada Brahmana, dimana dia diutus tetapi malah menyimpang, sehingga ajal yang menjemputnya.  Dari sisi Prabu Klana Sewandana, dia adalah seorang yang rakus, sudah tahu Dewi Sekartaji itu istrinya Panji Asmarabangun, tetapi dia malah ingin memilikinya dengan segala cara.

Source https://myimage.id https://myimage.id/fragmen-tari-topeng-sekartaji-boyong/
Comments
Loading...