Fragmen Joko Tarub Nawangwulan

0 45

Fragmen Joko Tarub merupakan sebuah tarian yang terinspirasi dari cerita legenda “Joko Tarub Nawangwulan” yang mana disini digambarkan para bidadari-bidadari dari khayangan turun ke dunia untuk bersenang-senang dengan mandi di suatu telaga ditengah hutan, pada saat yang bersamaan Joko Tarub yang habis saja berburu binatang ditengah hutan melihat para bidadari ini sedang mandi, dia mengambil salah satu selendang milik bidadari ini.

Tarian ini merupakan tarian kesembilan pada acara Gelar Karya “Pahlawan Tari” dalam rangka hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Sanggar Seni Jawa Tengah di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah kota Surakarta pada tanggal 18 November 2017.

Fragmen Joko Tarub merupakan sebuah cerita rakyat yang sangat melegenda sejak jaman dahulu yang berasal dari cerita rakyat dari tanah Jawa. Dikisahkan pada jaman dahulu hiduplah seorang pemuda yang gagah, tampan dan sakti mandraguna bernama Joko Tarub. Dia sering keluar masuk hutan yang lebat untuk berburu hewan untuk mencukupi kehidupannya setiap hari.

Pada suatu hari dia berburu ditengah hutan yang mana disitu terdapat sebuah telaga yang airnya sangat jernih. Dia beristirahat di balik batu besar yang ada di pinggir telaga, ini dia lakukan setelah dia sehari penuh berburu kebetulan hari ini dia tidak mendapat buruan hewan yang dia inginkan.

Tapi dalam istirahtnya, tiba-tiba di balik batu tempat dia beristirahat, dia mendengar suara para wanita sedang bersendau gurau. Karena penasaran dia mengintip dari balik batu tersebut. Dan terkejutlah dia karena apa yang dilihatnya, suatu pemadangan aneh sekali dimana dia melihat wanita-wanita cantik sedang mandi di telaga tersebut.

Dia sangat tertegun dengan pemadangan tersebut, sampai dia melihat tumpukan selendang yang berada tidak jauh dari tempat istirahatnya. Timbul niatan untuk mengambil salah satu selendang tersebut. Dia mengendap-ngendap untuk mengambil selendang tersebut dan menyembunyikannya. Setelah mandi para bidadari tersebut satu persatu mengambil selendangnnya dan terbang menuju khayangan. Namun salah satu bidadari tersebut tidak menemukan selendangnnya karena dicuri dan disembunyikan oleh Joko Tarub. Bidadari tersebut sedih dan menangis. Joko tarub keluar dari persembunyiannya dan menghampiri bidadari tersebut serta menghiburnya, agar bidadari tersebut mau pulang ke kampungnya.

Akhirnya bidadari tersebut pulang ke kampung Joko Tarub. Semua warga takjud akan kecantikan wanita tersebut. Hari berganti hari, akhirnya Joko Tarub dan Dewi Nawangwulan saling jatuh cinta dan selanjutnya mereka menikah.

Diceritakan dalam pernikahan keduanya lahirlah seorang anak perempuan bernama Nawangasih. Tapi lambat laun, diceritakan Nawangwulan tahu bahwa yang menyembunyikan selendangnya dulu, ternyata Joko Tarub suaminya sendiri. Dengan rasa marah dan jengkel di mengambil selendangnya dan terbang ke Khayangan. Joko Tarub sedih melihat keadaan ini. Dan hal tersebut merembet pada keadaan Nawangasih yang juga sedih ditinggal oleh ibunya sampai dia jatuh sakit.

Melihat hal tersebut Nawangwulan tidak tega melihat anaknya jatuh sakit. Dia akhirnya kembali lagi ke bumi dengan resiko tidak bisa kembali lagi ke Khayangan lagi sebagai bidadari. Tapi demi cintanya kepada anaknya dan Joko tarub akhirnya dia mau mengalami segala resiko ini. Dan sejak itu mereka menjadi keluarga yang utuh dan bahagia selamanya.

Salah satu fragmen tari yang mengajarkan akan kehidupan didunia ini tentang peranan seorang perempuan sebagai ibu. Anak dan ibu tidak bisa di pisahkan oleh tempat dan waktu. Ibu adalah harapan utama seorang anak. Apapun yang terjadi pada anak, ibu tetap akan menyayanginya sepanjang hayatnya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/fragmen-joko-tarub-karya-s-ngaliman/
Comments
Loading...