Filosofis Nama “Ci” dan Legenda Prabu Siliwangi

0 130

Filosofis Nama “Ci” dan Legenda Prabu Siliwangi

Di Jawa Barat yang notabene dinisbatkan bahwa wilayah ini sebagian besar adalah kediaman suku Sunda. Terdapat hal yang unik berkaitan dengan penyebutan daerah yang selalu diawali dengan kata “Ci”, seperti Cianjur, Cirebon, Cibodas, Cibereum, Cihideung, dan Ci yang selainnya.

Mengenai penyebutan nama yang selalu diawali dengan huruf Ci ini sendiri, terdapat beberapa versi cerita yang bisa memberikan pemahaman mengenai kata Ci itu sendiri. Cerita paling banyak mengenai asal-usul kata Ci ini adalah bahwa kata Ci merupakan kependekan sebutan dari “Cai”.

Cai sendiri dalam bahasa Sunda memiliki arti air. Ada yang berspekulasi dan menghubungkan bahwa penyebutan kata Ci atau Cai sebagai nama wilayah atau daerah. Berkaitan dengan kondisi geografis dimana Jawa Barat banyak sekali memiliki sungai-sungai.

Ada juga yang berspekulasi bahwa tanah Sunda dulunya merupakan lautan/danau yang sangat besar. Karena terdapat hubungan-hubungan dengan air. Maka daerah-daerah di Jawa Barat pada umumnya selalu diawali dengan nama Ci.

Padahal, penyebutan kata Ci bukanlah merujuk kepada kependekan arti Cai atau air. Penyebutan kata Ci ini berkaitan dengan Legenda Gunung Sunda Purwa. Gunung Sunda Purwa sendiri merupakan gunung api aktif tertinggi di dunia dengan ketinggian 17.000 mdpl.

Sebutan Ci berasal dari bahasa sansekerta kuno yang memiliki arti “cahaya”. Gunung sunda purwa pada zaman dahulu disebut juga sebagai Gunung Agung Batara Guru, atau Gunung Matahari. Puncaknya yang selalu tertutupi oleh salju abadi menjadikan puncak gunung Sunda. Nampak seperti memancarkan cahaya yang menyinari wilayah sekitarnya.

Penyebutan Ci juga memiliki makna dewa, karena kata dewa memiliki makna lain yang berarti cahaya. Gunung Sunda Purwa merupakan gunung yang dipercaya sebagai tempat bersemayam para Hyang atau para Dewa. Hyang sendiri masih bersinonem dengan kata Eyang/Biyang yang berarti leluhur. Oleh sebab itu, tanah Sunda disebut juga sebagai tanah Para-Hyang-an yang artinya tempat leluhur atau tempat para dewa.

Sebutan cibodas (Mang) memiliki makna cahaya putih, Cibodas (Mang) merupakan sebutan bagi tempat di timur yang merupakan tempat bersemayamnya Sang Hyang Iswara. Cibereum (Ang) merupakan sebutan bagi tempat di di wilayah Selatan tempat Sang Hyang Brahmana.

Cihideung (Ung) merupakan sebutan bagi tempat di wilayah Utara tempat bersemayam Sang Hyang Wisnu. Mang-Ang-Ung bila disatukan akan menjadi kata Maung. Maung sendiri dalam bahasa Sunda memiliki arti Macan. Macan/Harimau ini merupakan lambang dari Sang Hyang Siwa. Selain itu Maung juga lekat dengan cerita legenda prabu Silih Wangi.

Source https://ilmuseni.com/ https://ilmuseni.com/seni-budaya/kebudayaan-suku-sunda
Comments
Loading...