Filosofi Udheng dan Gelung Bagi Orang Jawa

0 63

Filosofi Udheng dan Gelung Bagi Orang Jawa

Dalam mengenakan pakaian adat Jawa,tampak sekali laki-laki memakai udeng (iket) yang berarti bahwa laki-laki di pandang lebih mudeng (paham) tentang hidup di banding perempuan. Sebagai contoh ialah udeng iket yang di pakai oleh Ajisoko yang di gelar dan di tarik oleh Prabu Dewoto cengkar yang tidak habis-habis saat di tarik dari keraton sampai samudera laut kidul, dan akhir nya bisa menjadi senjata yang justru untuk mengalahkan nya.
 
Dari tamsil itu bisa di ambil hikmah bahwa pemikiran pria itu jauh lebih bisa mulur mungkret dalam mengatasi masalah dan problematika hidup. Mulur mungkret juga bisa di jadikan simbol kesejatian laki-laki ketika bersenggama dengan perempuan, alat kelamin laki-laki akan tajam dan keras melebihi apapun pada saat nya, namun juga akan lumpuh tak berdaya ketika tidak sedang di gunakan. Hal ini juga merupakan gambaran keperkasaan laki-laki yang dalam tradisi pusaka orang Jawa di simbolkan sebagai curigo (keris).
Kemudian dalam tradisi Jawa, wanita mengenakan gelung dari kata gulung, maksud nya rambut wanita yang di gulung dan di ikat berbentuk bulatan, hal ini menggambarkan bahwa rasa wanita yang selalu berputar-putar dengan rasa yang dalam, atau bisa di simbolisasikan untuk kelamin wanita yang dalam posisi nya dapat di gelar dan di gulung (melebar-menyempit), bukti nya ketika bersenggama maupun melahirkan anak,alat vital tersebut dapat menunaikan fungsi nya sebaik-baik nya (di gelar), namun pada saat alat kelamin itu tak di gunakan akan di gulung (menyempit) kembali,dan rapi dengan sendiri nya.
Untuk mengencangkan ikatan konde biasa nya perempuan Jawa menancapkan tusuk konde,hal ini menunjukkan bahwa untuk menciptakan agar alat vital wanita menjadi kuat, maka perlu di gunakan tusuk konde. Tusuk konde adalah gambaran dari tancapan alat vital laki-laki  yang sering di ungkapkan sebagai :“curigo manjing rongko-rongko manjing curigo”.
Source http://tamamirusdi.blogspot.com/ http://tamamirusdi.blogspot.com/2011/04/filosofi-udheng-dan-gelung-bagi-orang.html
Comments
Loading...