Filosofi Tradisi Kawalu Bagi Masyarakat Suku Baduy

0 187

Suku Baduy mengadakan upacara Kawalu. Upacara ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepata Tuhan yang telah memberkahi rezekinya, baik dari hasil kerajinannya ataupun hasil taninya. Juga sebagai rasa terimakasih kepada alam yang mengijinkan mereka tinggal di atas permukaannya dengan bertani dan bercocok tanam sehingga mereka tidak kelaparan atau tidak kehausan.

Selalu diberikan keseimbangan, karena mereka dapat menghargai lingkungan alam. Itu yang perlu diteladani oleh masyarakat luar kampung adapt Baduy. Bahwa dengan menghargai alam berarti menghargai diri sendiri. Dengan menghargai diri sendiri berarti seeorang itu dapat menghargai dan menghormati  kehidupan ini. Mereka selalu bersyukur dengan apa yang mereka miliki.

Menarik dan unik dari pelaksanaan upacara Kawalu yang dilakukan oleh warga Baduy ini. Ada nilai-nilai luhur yang dapat kita pelajari dan kita teladani dalam menjalani kehidupan ini. Betapa mereka dapat menjalin kerukunan, baik itu dengan sesamnya maupun dengan lingkungan alamnya. Dan mereka tidak menutup pergaulan sekalipun itu dengan warga dari luar kampung Baduy. Selain itu mereka tahu dan ingat untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang melimpah kepadanya. Karena mereka percaya selalu ada yang mengatur dalam proses kehidupan ini. Upacara Kawalulah sebagai cara mereka bersyukur dan berterimakasih kepada-Nya yang mengatur kehidupan ini.

Nilai-nilai luhur itu dapat terlihat dari kebersamaan mereka (seluruh warga Baduy; Baduy Dalam dan Baduy Luar) saat berkumpul di Kampung Cibeo ( Pusat Kebudayaan Baduy) untuk berbuka puasa yang mereka laksanakan  sehari penuh. Itu sebabnya keadaan kampung Ciboleger yang kami kunjungi begitu lenggang, sepi ditinggalkan oleh sebagian warganya untuk berkumpul di Cibeo. Hal tersebut akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali., karena setiap bulannya diharuskan untuk berpuasa satu kali. Dan tradisi buka puasa akan dilaksanakannya di kampung Cibeo. Sedangkan untuk menutup upacara Kawalu ini akan dilaksanakan setelah genap tiga bulan.

Source https://seribujendelahujan.wordpress.com/2014/12/24/upacara-kawalu-membentuk-kerukunan-masyarakat-baduy/ https://seribujendelahujan.wordpress.com
Comments
Loading...