Filosofi Sesajen Menurut Orang Jawa

0 1.321

Pengertian Sesajen

Sesajen adalah warisan dari zaman Kerajaan Hindu-Buddha. Berarti umurnya sudah tua sekali, tetapi orang-orang yang masih memegang budaya Jawa dengan erat tetap membuat sesajen pada saat-saat spesial.

Filosofi dan Fungsi Sesajen

Sesajen dibuat untuk mengucap syukur atau sebagai tanda penghormatan kepada Tuhan / leluhur. Karena kaitannya dengan hal-hal paranormal/ghaib, dan fungsinya untuk berdoa kepada leluhur, banyak yang mengatakan bahwa penggunaan sesajen adalah hal yang musrik atau menantang nilai-nilai agama.

Pembuatan Sesajen

Sesajen terbuat dari banyak hal, biasanya nasi, kembang/bunga, telur, buah-buahan dan lain sebagainya. Tiap bagian dari sesajen memiliki maknanya tersendiri.. apakah itu?

  • Beras/nasi/padi:

Biasanya dibentuk seperti gunungan (tumpeng) – melambangkan kesempurnaan, ke-total-an, ketuntasan. Sebagai manusia, jika melakukan sesuatu, harus dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah, selesaikan apa yang kau mulai. Tumpeng, adalah singkatan dari “tumungkulo sing mempeng” yang berarti, “jika ingin selamat, rajinlah beribadah.” (Selalu ingat Tuhan).

  • Urap:

Selama kita hidup di dunia ini, jadilah orang yang berarti bagi masyarakat sekitar, alam semesta, lingkungan, agama, dan negara. Kalau diartikan dengan mudah – jadilah orang yang berguna, yang baik, yang positif. Berikan kontribusi yang baik.

  • Bubur panca warna:

(panca artinya lima/5) – Bubur jagung, ketan putih, bubur kacang hijau, ketan hitam dan bubur beras merah – Mereka diletakkan di semua arah mata angin, yang satu diletakkan di tengah, orang Jawa menyebutnya sebagai “Kiblat Papat Limo Pancer”. Menyimbolkan kelima elemen alam yaitu: air, udara,  api, tanah dan angkasa.

  • Jajanan pasar:

Representasi dari kerukunan, walaupun manusia dan komunitasnya selalu berbeda, hendaknya selalu ada tenggang rasa.

  • Pisang Raja Gandeng:

Simbolisasi dari cita-cita yang besar dan luhur. Sebagai manusia, hendaknya kita terus membangun bangsa dan negara.

  • Ayam ingkung:

Melambangkan cinta kasih dan pengorbanan. Selama kita hidup, berilah kasih sayang, perhatian, kepedulian, pengorbanan.

  • Ikan bandeng atau ikan asin (yang berduri banyak):

Artinya, rejeki berlimpah. Jika memakai ikan teri, yang hidupnya biasa bergerombol, ini melambangkan kerukunan.

  • Telur:

Simbol dari asal mula kehidupan yang selalu berada dalam dua sisi yang berbeda seperti laki-laki / perempuan, siang / malam.

  • Air dan bunga:

Melambangkan air yang menjadi kebutuhan pokok manusia sehari-hari

  • Kopi pahit:

Melambangkan elemen air tetapi juga sebagai simbol kerukunan dan persaudaraan (karena kopi biasanya diminum pada saat pertemuan, acara sosial, perkumpulan.

Dari sepuluh komponen sesajen tersebut, yang manakah yang musrik? Semuanya melambangkan cinta, kerukunan, dan cita-cita yang luhur. Tidak ada isi atau bagian dari sesajen yang melambangkan pembohongan, pembunuhan, kehancuran, apalagi keharusan untuk merugikan orang lain atas nama Tuhan.

Mengertilah bahwa sesajen adalah hal yang indah, bukan sesuatu yang menantang nilai agama.

Source Upacara Berkorban Sesajen kompasiana
Comments
Loading...