Filosofi Pohon Kelapa

0 348

Filosofi Pohon Kelapa

Buahnya terletak di ujung atas pohon, sehingga kita perlu memanjat hingga pada ketinggian tertentu untuk bisa meraih buahnya. Ialah pohon kelapa yang terkenal akan kegunaannya.

Dalam filosofi Jawa, pohon kelapa ditandai memiliki karakter kuat, pema’af (tidak pendendam), ramah (tidak sombong), suka mengalah, dan kaya manfaat.

Kharakter tersebut di antaranya :

KUAT adalah Perlambang yang bisa dicermati dari karakter fisik. Kuat keimanan serta keteguhan jati seseorang dalam menjalani hidupnya agar selalu berpegang pada syariat agama yang dianutnya. Sehingga tidak akan mudah tumbang dan patah semangat.

PEMAAF adalah bagaimana menyikapi ‘rasa sakit’ yang diakibatkan oleh orang lain dengan justru memberikan kemanfaatan dirinya kepada ‘yang menyakiti’. Sifat ini dilambangkan melalui tataran (pijakan yang dibuat pemanjat pohon kelapa dengan cara membacok batang pohon sepanjang arah ke atas pohon untuk mendapatkan sang buah).

RAMAH terlihat pada bagaimana gerakan daun pohon kelapa (blarak) yang tertiup angin. Lambaian daun diibaratkan lambaian tangan persahabatan yang membawa rasa damai persahabatan serta keramah-tamahan meskipun posisi pohon adalah pohon yang paling tinggi dibandingkan dengan yang di sekitarnya.

Yang dapat di pelajari sebagai filosofinya ialah sama-sama makhluk Allah. Dengan merasa setara orang akan bisa merasakan empati pada orang lain dan bisa memiliki sikap ramah, bukan sombong. Yang memiliki arti, bila kebetulan seseorang berada pada puncak kedudukan atau memiliki derajat atau martabat yang lebih tinggi di dalam masyarakat.

MENGALAH adalah sikap yang dilambangkan oleh pohon ini dengan mencermati posisinya ketika bergerombol. Ini akan terlihat bagaimana selalu ada celah di antara tautan dua pohon. Perlambang ini menunjukkan sifat yang benci perselisihan atau mengganggu kepentingan orang lain. Mengalah dalam artian manusia yang luhur.

KAYA MANFAAT dari daun kelapa, bisa digunakan untuk pembungkus makanan tradisional dan hiasan untuk upacara adat. Buahnya dimanfaatkan untuk masakan, makanan, dan minuman. Bahkan kulit buahnya yang namanya sepet bisa digunakan untuk peralatan rumah tangga dan hasta karya kerajinan. Kulit hingga akarnya juga bisa di manfaatkan oleh masyarakat. Sehingga semua sangat bermanfaat.

Source Filosofi Pohon Kelapa kompasiana
Comments
Loading...