Filosofi Pencak Macan, Kesenian dari Gresik

0 64

Seni tradisi Pencak Macan adalah adalah salah satu kesenian sebagai pengiring dalam arak-arakan pengantin tradisional masyarakat Lumpur Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik. Tradisi ini merupakan budaya warisan leluhur yang berusia ratusan tahun yang hingga sekarang masih terjaga kelestariannya.


Filosofi dari pada Pencak Macan pada dasarnya adalah kembali kepada jati diri manusia itu sendiri. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk lain ciptaan Allah SWT, di dunia yang fana ini. Manusia jika iman dan taqwanya tidak dijaga, dibangun dan ditingkatkan apalagi mulai menipis maka godaan-godaan dalam kehidupan terutama godaan syetan akan mampu mengalahkannya, bisa-bisa manusia itu sendiri akan berubah menjadi makhluk lain seperti : macan, monyet (ketek/kera), bahkan menjadi gondoruwo jika manusia itu terpeleset dan masuk jurang kegelapan dalam kehidupan.

Manusia akan menjadi makhluk sempurna manakala ia memiliki watak dan karakter seperti para auliya, para wali yang dalam kehidupannya semata-mata ingin mencari Ridlo Allah SWT.

Namun sebagai manusia bisa saja sewaktu-waktu watak buruknya akan muncul dalam kehidupan itu dilambangkan dengan fisik seekor binatang seperti macan, monyet bahkan gondoruwo manakala keimanan manusia itu sudah mulai menipis sehingga mudah dan gampang tergoda dengan rayuan setan atau gondoruwo maka dengan tanpa sadar manusia itu akan selalu memperebutkan kekuasaan dan keduniawian.

Maka datanglah para auliya atau para wali untuk selalu mengingatkan kita tentang arti sifat hakiki manusia sebagai hamba Allah agar kita kembali kejalan yang benar, jalan yang di ridloi oleh Allah SWT.

Source https://budaya-indonesia.org/Pencak-Macan/ budaya-indonesia.org
Comments
Loading...