Filosofi Pandawa Lima Melalui Simbol

0 54

Filosofi Pandawa Lima melalui simbol

1.  Yudhistira dalam pewayangan adalah simbol atau lambang sosok yang suci, tidak mempunyai dosa, dan diibaratkan darahnya berwarna putih tanpa noda sedikitpun. Ia merupakan putra pertama Pandawa yang memiliki sifat paling jujur. Dalam kisahnya, ia diceritakan tidak pernah berbohong selama hidupnya. Ia juga disebut Satria dari Amarta. Dari Yudhistira, kita dapat belajar mengenai arti sebuah kejujuran dengan menghilangkan kebohongan. Hal ini karena dengan kejujuran, setiap masalah yag dihadapi akan dapat dengan tenang dan mudah untuk diselesaikan.

2.  Bima dalam pewayangan adalah simbol ketegasan dan keadilan serta kejujuran dalam menegakkan hukum, tidak pandang bulu. Siapa pun yang salah maka harus dihukum, meskipun itu saudara maupun anaknya sendiri. Bima selalu menepati janjinya, bertubuh besar, dan kokoh. Dari Bima kita dapat mengambil nilai-nilai ketegasan, tidak pandang bulu, dan selalu menepati janji. Hal inilah yang dapat dijadikan pegangan dalam kehidupan agar kita dapat selalu siap dalam mengarungi permasalahan hidup.

3.  Raden Arjuna adalah lambang atau simbol sosok tampan dan rupawan, serta mempunyai banyak anak dan istri. Namun, semua istrinya hidup rukun. Meskipun tampan dan rupawan, Arjuna merupakan kesatria tanpa tanding, selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itu, ia juga pernah dijuluki Wijaya yang berarti tidak pernah kalah.

Dari Arjuna kita dapat memahami bahwa kemenangan selalu digapai akibat proses yang dilakukan dengan sangat maksimal. Arjuna terkenal dengan keteguhan dan kekuatannya dalam menjalani proses pendidikan keilmuan sehingga Arjuna selalu unggul dalam setiap pertempuran.

4.  Nakula memiliki simbol setia, taat, belas kasih, tahu membalas budi, dan dapat meyimpan rahasia. Nakula memiliki ingatan masa lalu yang sangat kuat. Ia pun memiliki kelebihan dalam ilmu pengobatan.

Dari Nakula, kita dapat mengambil sikap untuk tidak membuka aib seseorang dengan tahu membalas budi dan memiliki belas kasih yang tinggi. Dari Nakula pula kita dapat mengambil pelajaran untuk menjadikan pengalaman sebagai guru yang paling berharga.

5.  Sadewa dikisahkan memiliki sifat bijak dan pintar. Jika Nakula, saudara kembarnya memiliki ingatan masa lalu yang kuat, Sadewa memiliki penglihatan masa depan karena Sadewa adalah ahli perbintangan yang ulung (ramalan). Dari Sadewa, selain sikap bijak dan pintar dalam ilmu keduniaan, kita akan mengambil simbol untuk melihat masa depan dengan penuh optimis. Tidak pernah putus asa dan siap tempur untuk menjalani proses kehidupan dari sudut pandang Pandawa masa depan kita.

Tambahan:

pandawa

Source https://catatanwongndeso.wordpress.co https://catatanwongndeso.wordpress.com/2013/09/06/1174/
Comments
Loading...