FIlosofi Ondel-ondel

0 345

FIlosofi Ondel-ondel

Mungkin jarang yang tahu kalau salah satu boneka kesenian Betawi yang bernama Ondel-ondel memiliki simbolik yang penuh filosofis. Boneka yang berukuran sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm tersebut, memang sering kita lihat saat pesta rakyat, prosesi nikahan adat betawi, bahkan sekarang ini sudah menjamur berkeliling di pinggir jalanan kota Jakarta. Namun, agar kita tahu makna simbolik pada Ondel-ondel. Kita harus tahu juga sejarah dari Ondel-ondel ini.

Apa itu Ondel-ondel?
Ondel-ondel adalah bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Nampaknya ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.

Ondel-ondel dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk.

Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih. Bentuk pertunjukan ini banyak persamaannya dengan yang ada di beberapa daerah lain.

Makna Ondel-ondel
Dulunya, ondel-ondel memiliki makna sebagai penolak bala atau semacam azimat. Saat itu, ondel-ondel dijadikan personifikasi leluhur penjaga kampung. Tujuannya untuk mengusir roh-roh halus yang bergentayangan mengganggu manusia.

Oleh karena itu tidak heran kalau wujud ondel-ondel dahulu, menyeramkan. Seiring perjalanan waktu, fungsinya bergeser dan kini ondel-ondel menjelma menjadi seni pertunjukan rakyat yang menghibur.

Ritual Pembuatan Ondel-ondel
Sebelum mulai membuat Ondel-ondel, biasanya disediakan sesajen yang berisi bubur merah putih, rujak-rujakan tujuh rupa, bunga-bungaan tujuh macam, asap kemenyan, dan sebagainya.

Demikian pula ondel-ondel yang sudah jadi, biasa pula disediakan sesajen dan dibakari kemenyan, disertai mantera-mantera ditujukan kepada roh halus yang dianggap menunggui ondel-ondel tersebut.

Bila akan berangkat main, senantias diadakan ritual dengan pembakaran kemenyan yang dilakukan oleh pimpinan rombongan, atau salah seorang yang dituakan. 

Musik Pengiring Ondel-ondel
Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tentu, tergantung dari masing-masing rombongan. Ada yang diiringi tanjidor, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Gejen, Kampung Setu.

Ada yang diiringi dengan pencak Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh, sekarang pimpinan Yasin, dari Rawasari. Adapula yang diirig Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana ketimpring, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Lamoh, Kalideres.

Namun, kelestarian Ondel-ondel tetap terjaga walaupun nilai-nilai spiritual yang semula kental digunakan sebagai penolak bala perlahan hilang karena arus modernisasi. Kini, Ondel-ondel tetap dicintai oleh masyarakat Betawi.

Source http://ulinulin.com/ http://ulinulin.com/posts/filosofi-ondel-ondel-ternyata-sebagai-boneka-penolak-bala
Comments
Loading...