Filosofi Menyebut Angka 21-29 Dalam Bahasa Jawa

0 118

Filosofi Menyebut Angka 21-29 Dalam Bahasa Jawa

Jawa adalah salah satu suku yang paling unik di Nusantara. Bukan hanya karena mayoritas masyarakat di Indonesia adalah suku Jawa, melainkan adanya beragam ciri khas dari suku tersebut. Mulai dari budaya, kuliner, karakter hingga pesan-pesan moral yang tersemat dalam bentuk legenda, mitos hingga alat musik asal Jawa, semua memiliki makna.

Penyebutan angka dalam bahasa Jawa juga memiliki makna khusus. Dalam sebutan beberapa angka, terselip pesan-pesan moral yang bisa digunakan sebagai tuntunan hidup yang baik. Sebagian besar dari orang Jawa masa kini sama sekali tidak kepikiran, betapa bijaknya orang Jawa kuno yang  bisa menyematkan pesan melalui angka.

Pada angka 21 hingga 29 berbeda dengan bahasa Indonesia yang pola pengucapannya sesuai pola, misalnya dua puluh satu, dua puluh dua, dan seterusnya. Bahasa Jawa tidak menyebutnya dengan, rong puluh siji, rong puluh loro dan seterusnya. Orang Jawa kuno menyebut angka tersebut dengan menambahkan kata ‘likur’.

Likur sendiri memiliki makna ‘lingguh kursi’ (duduk di kursi). Hal itu karena biasanya, manusia di usia 21-29 sudah mendapatkan ‘tempat duduk’ atau biasa disebut kedudukan, atau profesi yang digeluti. Kita bisa mengambil pesan moral yang terdapat dalam cara penyebutan angka tersebut.

Jika memang merasa memasuki usia tersebut, baiknya memang terus giat dalam bekerja untuk masa depan yang lebih baik. Pengecualian pada angka 25, orang Jawa bisanya menyebutnya dengan ‘selawe’. Maksudnya adalah seneng-senenge lanang lan wedok (senang-senangnya laki-laki dan perempuan). Karena usia tersebut adalah yang paling pas untuk menikah.

Source https://www.boombastis.com/ https://www.boombastis.com/fisologi-penyebutan-angka-jawa/93764
Comments
Loading...