Filosofi Menginjak Telur di Dalam Pernikahan Adat Jawa

0 402

Filosofi Menginjak Telur di Dalam Pernikahan Adat Jawa

Bagi sebagian besar orang yang hidup di desa menjadi sangat lazim mengikuti adat yang ada di desa setempat. Mulai dari acara manten atau ngunduh mantu, keluarga yang meninggal, siraman 7 bulan dan lain sebagainya. Setiap adat pasti memiliki filosofi tersendiri seperti halnya tradisi menginjak telur dalam upacara pernikahan adat Jawa.

Mempelai laki-laki harus menginjak telur dengan kaki telanjang atau tanpa alas dan wajib disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak. Setelah telur pecah, sang perempuan harus membersihkan sisa-sisa pecahan telur dari kaki suaminya hingga bersih. Dalam adat Jawa hal ini memiliki nilai tersendiri.

  • Telur

Telur merupakan perlambang permulaan seperti pada ayam yang berasal dari telur. Begitu juga keluarga muda ini diibaratkan sebagai telur atau wadah yang tertutup rapat dan diharapkan menghasilkan generasi penerus yang berkualitas. Telur juga melambangkan keperawanan yang belum tersentuh dari seorang perempuan.

  • Laki-laki Menginjak Telur

Makna dari tradisi ini bahwa laki-laki yang telah menikahi perempuan secara sah menurut agama maka Sang Suami-lah yang berhak memecah keperawanan istrinya.

  • Menginjak Telur Tanpa Alas Kaki

Tradisi ini merupakan lambang bahwa sang laki-laki yang akan memberikan nafkah/pengidupan bagi keluarganya dengan penuh tanggung jawab. Hal ini juga melambangkan pemberian bibit dari pihak laki-laki kepada perempuan yang nanti akan menjadi generasi penerus/anak-anak. Dalam hal ini juga melambangkan bahwa dalam menghidupi rumah tangga tidak merengek-rengek pada bantuan orang lain karena memecahkan telur dengan kaki telanjang juga tidak mudah dan membutuhkan usaha lebih. Hal ini seperti dalam kehidupan nyata bahwa dalam menghidupi keluarga pasti tidak mudah dan akan merasakan sakit, lelah, dan sebagainya.

  • Perempuan Membersihkan Telur

Maksud dari hal ini adalah seorang perempuan harus mengabdi dengan tulus ikhlas kepada suaminya. Istri juga harus menjadi penyejuk rumah tangga. Apalagi setelah suami pulang kerja harus selalu menyediakan pelayanan yang terbaik.

Demikianlah, salah satu filosofi budaya Jawa yang ada dan hingga sekarang masih hidup dalam lingkungan keseharian kita. Meskipun begitu, pernikahan saat ini sudah banyak yang mengadopsi budaya modern dengan menggunakan tradisi barat karena dinilai lebih simpel dan terlihat kekinian.

Source Filosofi Menginjak Telur di Dalam Pernikahan Adat Jawa Beauty Preneurship
Comments
Loading...