Filosofi Malam Midodareni Sebelum Melakukan Prosesi Pernikahan

0 179

Filosofi Malam Midodareni Sebelum Melakukan Prosesi Pernikahan

Upacara pernikahan merupakan sebuah momen yang besar bagi adat masyarakat Indonesia. Tak ayal akibat adat ini, terkadang si punya hajat sampai harus mengeluarkan banyak uang. Tak masalah, karena tujuannya adalah untuk melestarikan adat di mana hari ini hal tersebut sudah mulai tergilas pengaruh modernitas.

Tentang adat pernikahan, hampir semua daerah di Indonesia memilikinya, pun orang-orang Jawa. Mereka memiliki beragam adat pernikahan yang biasanya dilakukan sebelum menikah, khususnya bagi calon mempelai perempuan. Bagi kita yang melihat, mungkin prosesi adat tersebut nampak biasa, tapi jelas hal tersebut punya makna dan filosofi yang dalam.

Malam Midodareni

Malam sebelum hari pernikahan dilaksanakan, merupakan momen terakhir bagi calon pengantin perempuan sebagai seorang gadis. Malam ini dianggap suci dalam adat pernikahan Jawa dan diberi nama Midodareni. Kata Midodareni berasal dari Bahasa Jawa ‘widodari’ yang artinya bidadari atau perempuan yang sangat cantik dari surga. Pada malam ini, calon pengantin perempuan dirias secantik mungkin di dalam kamar dan tidak boleh memakai perhiasan apapun kecuali cincin kawin.

Pada malam ini pula, calon mempelai perempuan dipingit tidak boleh keluar dari kamar dari jam 6 sore hingga jam 12 malam. Ia juga tidak boleh tidur di waktu ini. Malam Midodareni juga dimaksudkan untuk masa perkenalan dengan keluarga calon pengantin laki-laki dan untuk menerima nasihat tentang kehidupan rumah tangga sesudah menikah. Selama malam ini, calon pengantin perempuan diberi makanan oleh orang tuanya untuk terakhir kali.

Source https://www.boombastis.com/ https://www.boombastis.com/prosesi-penikahan-jawa/78019
Comments
Loading...