Filosofi Lipatan dan Ikatan Dalam Ikat Sunda

0 137

Filosofi Lipatan dan Ikatan Dalam Ikat Sunda

Kabayan si bujang Sunda ini selalu digambarkan memakai penutup kepala khas Sunda. Nah ternyata ika kepala yang dipakai oleh Kabayan bernama totopong. Totopong atau nama lain dari Iket, merupakan tutup kepala khas Sunda yang mirip dengan blangkon di Jawa atau Udeng di Bali. Iket berasal dari bahasa Sunda yang berarti “ikat” atau “ikatan”. Zaman dahulu iket berfungsi mencerminkan kelas dalam masyarakat, hingga tampak jelas perbedaan kedudukan seseorang (pria) dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuknya yang beragam diciptakan sebagai simbol yang berkaitan dengan keagamaan, upacara adat, dan status sosial tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap mempunyai peranan dalam suatu kelembagaan. Iket sebagai tutup kepala juga memiliki nilai yang lebih berharga dibandingkan dengan tutup kepala yang lain, karena dalam proses pembentukannya diperlukan kejelian, keterampilan, ketekunan, kesabaran dan rasa estetika yang tinggi dari pemakainya. Hal ini akan membuktikan bahwa iket dapat mencerminkan status simbol pemakainya. Oia, dulu warna iket hanya terbatas hitam atau putih, namun seiring berkembangnya zaman, warna iket kini bervariasi, bahkan motif dan corak iket pun terus berkembang.

Fungsi Lipatan dan Ikatan

Lipatan dan ikatan pada iket mempunyai arti dan makna filosofi yang berkaitan erat dengan fungsi pekerjaan seseorang zaman dulu lho. Bentuk Iket yang berbeda bukan melambangkan kasta; kedudukan; atau status sosial di masyarakat tapi menunjukkan fungsi pekerjaan si pemakai. Hal ini dilatarbelakangi dalam Tatar Sunda tidak ada kasta namun sejajar sesuai dengan istilah Padjajaran (Pajajaran) yang mengandung arti “sejajar” atau “kesejajaran.”

Source http://www.infobudaya.net/ http://www.infobudaya.net/2017/12/serba-serbi-iket-sunda-yang-harus-kamu-ketahui/
Comments
Loading...