Filosofi Lagu Gundu-Gundul Pacul

0 288

Filosofi Lagu Gundu-Gundul Pacul

Lagu Jawa yang tidak asing di telinga orang  ialah Gundul-gundul pacul, adapun liriknya ialah sebagi berikut :

“Gundul-gundul Pacul Cul

Gembelengan

Nyunggi-nyunggi wakul kul

gembelengan

Wakul nggelimpang segane

dadi sak latar 2x”

Maksud dari lagu itu adalah : Gundul adalah kepala, dan orang Jawa sering kali menggunakan istilah ini untuk kepala yang tidak memiliki rambut alias bota atau plontos. Hal ini menjadi lambang kehormatan dan kemuliaan seseorang. Rambut adalah sebuah mahkota.

Arti kata pacul adalah : cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Pacul adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani. Petani banyak menggunakan pacul terutama untuk mengelola kebun mereka.

Gundul pacul artinya:  pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Ada juga menurut Orang Jawa yang memaknai pacul sebagai papat kang ucul (empat yang lepas).

Kemuliaan seseorang akan sangat tergantung kepada empat hal,merupakan maksud gundul pacul tadi. yaitu: bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya. Kegunaannya ialah sebagai berikut :

  • Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
  • Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
  • Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
  • Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya. karena itu ‘Gundul-gundul Pacul’ bisa dimaknai dengan dua hal:

  1. Seorang pemimpin harus amanah, jangan hanya memikirkan kehormatannya
  2. Gambaran seorang pemimpin yang tidak amanah, yang sudah kehilangan empat indera dan tidak sanggup lagi untuk menggunakan empat indra tersebut sebaik-baiknya.

Maksud dari kata Gembelengan ialah : besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

Jadi, “Gundul-gundul pacul cul gembelengan’ artinya seorang pemimpin yang sejatinya harus menunaikan amanah rakyat ternyata menjadi sombong, selengekan, clelak-clelek, dan menjadikan kehormatannya sebagai sebuah permainan.

Sedangkan ‘Nyunggi-nyunggi wakul kul” artinya seorang pemimpin harus selalu nyunggi wakul atau memikul bakul atau tempat nasi, yang berarti mengupayakan kesejahteraan rakyat dan menjunjung amanah rakyat. Sehingga lagu Jawa kaya akan makna yang terkandung di dalamnya.

 

Source Filosofi Lagu Gundu-Gundul Pacul eramuslim
Comments
Loading...