Filosofi Kepis Ronjot Pasuruan Pasuruan

0 40

Filosofi Kepis Ronjot Pasuruan

Kebudayaan di Indonesia sangatlah beragam, mulai dari tradisi, makanan, kerajinan, musik, hingga tarian daerah. Keberadaan budaya berhubungan dekat dengan kehidupan masyarakat dikarenakan budaya menjadi pembentuk manusia itu sendiri. Salah satu budaya yang dekat dengan manusia adalah tarian daerah yang sering digunakan sebagai sarana upacara adat dan keagamaan. Di samping itu, tarian daerah juga digunakan sebagai sarana pendidikan, pergaulan, pertunjukkan, dan hiburan.

Di Indonesia, tarian-tarian daerah tersebar di berbagai daerah yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Di daerah saya saja, yakni Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur sekiranya terdapat lima tarian daerah, salah satunya adalah Tari Kepis Ronjot. Tarian daerah ini memiliki filosofi di balik gerakan gemulainya, yakni mengenai tokoh utama seorang nelayan perempuan yang tertidur di pesisir pantai. Saat terbangun, dia mulai menari mengikuti alunan suara alam deburan ombak, nyanyian burung, dan hempasan lembut sang angin. Dia terus menari sambil melakukan pekerjaannya menyeser kupang, yaitu hewan laut yang lebih dikenal dengan sebutan ‘kerang putih’.

Ketika sedang bekerja, dia bertemu dengan nelayan-nelayan perempuan yang lain. Salah seorang dari mereka tidak berhasil mendapatkan kupang sehingga sang tokoh utama memberikan sedikit hasil tangkapan kupang kepadanya. Pada akhirnya mereka semua bahagia dan menari bersama-sama. Melalui filosofi tersebut, kita dapat memetik pelajaran bahwa kita harus senantiasa berbagi kepada sesama. Selain itu, kita juga harus melestarikan setiap kebudayaan yang terdapat di Indonesia. Hal ini dikarenakan budaya kita adalah identitas serta kekayaan kita, bukan milik bangsa lain yang berpura-pura.

Source https://budaya-indonesia.or https://budaya-indonesia.org/Filosofi-Kepis-Ronjot-Pasuruan/
Comments
Loading...