Filosofi Kenapa Gadis Jawa Memecahan Kendi dan Menjualan Dawet Sebelum Melakukan Prosesi Pernikahan

0 155

Filosofi Kenapa Gadis Jawa Memecahan Kendi dan Menjualan Dawet Sebelum Melakukan Prosesi Pernikahan

Upacara pernikahan merupakan sebuah momen yang besar bagi adat masyarakat Indonesia. Tak ayal akibat adat ini, terkadang si punya hajat sampai harus mengeluarkan banyak uang. Tak masalah, karena tujuannya adalah untuk melestarikan adat di mana hari ini hal tersebut sudah mulai tergilas pengaruh modernitas.

Tentang adat pernikahan, hampir semua daerah di Indonesia memilikinya, pun orang-orang Jawa. Mereka memiliki beragam adat pernikahan yang biasanya dilakukan sebelum menikah, khususnya bagi calon mempelai perempuan. Bagi kita yang melihat, mungkin prosesi adat tersebut nampak biasa, tapi jelas hal tersebut punya makna dan filosofi yang dalam.

Pemecahan Kendi dan Penjualan Dawet

Setelah upacara siraman selesai dilaksanakan, ibu calon mempelai perempuan akan menjatuhkan dan memecahkan sebuah kendi. Prosesi ini merupakan simbol untuk calon pengantin yang dianggap sudah dewasa dan siap meninggalkan keluarga untuk memulai kehidupan rumah tangga sendiri tanpa tanggung jawab orang tua. Pecahan kendi tersebut selanjutnya akan digunakan dalam upacara menjual dawet.

Upacara menjual dawet dilakukan setelah calon mempelai perempuan masuk ke kamar untuk dirias. Dalam upacara ini, tamu akan membeli dawet yang dijual oleh ibu calon pengantin perempuan dengan menggunakan pecahan kendi sebagai uang. Pecahan kendi akan diberikan kepada ayah calon pengantin perempuan untuk dikumpulkan ke dalam kantong dan disimpan. Upacara penjualan dawet ini disimbolkan sebagai harapan nantinya kedua pengantin akan memiliki pendapatan rejeki yang banyak.

Source https://www.boombastis.com/ https://www.boombastis.com/prosesi-penikahan-jawa/78019
Comments
Loading...