Filosofi Kembang Telon di Jawa

0 849

Filosofi Kembang Telon di Jawa

Masyarakat jawa mempunyai adat dan tradisi yang kuat, misalnya saat punya gawe/hajatan, ada rangkaian upacara adat yang dilaksanakan, tak lupa menyertakan berbagai aneka Ubo rampe seperti kembang setaman, nyambung tuwuh nyiram tuwuh dan lain-lainya. Sebagai generasi jawa tentunya kita juga punya kewajiban moral untuk ikut melestarikan budaya jawa yang terkenal adiluhung, nguri-uri kabudayan jowo, kalau bukan kita lalu siapa lagi?memang tidak semua produk budaya nenek moyang itu bagus, akan tetapi banyak warisan yang layak untuk dilestarikan, supaya tidak ribut2 setelah budaya kita diklaim oleh negeri sebelah, baru ingat dan tersadar akan warisan budaya sendiri. 

Budaya adalah alat interaksi sosial yang efektif. Budaya/adat istiadat dan keyakinan/agama itu berbeda, jadi tidak ada pertentangan antara agama (dalam hal ini agama Islam sebagai agama mayoritas di Jawa) dan budaya/adat Jawa. Sepanjang ruh dari budaya tersebut berisi akidah islam sebagaimana diajarkan para wali-wali di tanah jawa sejak jaman dulu. Ibaratnya agama/spiritualitas adalah isi, sedang budaya/adat-istiadat adalah wadahnya, seperti air ia bisa berbentuk gelas bila dituang dalam gelas, bisa berbentuk teko bila dituang dalam teko. Demikian juga agama Islam, ia bisa menjadi ruh/isi bagi budaya/adat istiadat dimanapun, tanpa harus mengeliminasi budaya tersebut dengan budaya arab. Hal ini bisa kita lihat dalam budaya bersih Desa tasyakuran memanjatkan puja-dan puji pada Tuhan YME, menjaga harmoni dengan alam serta menjalin talisilaturrahmi sesama manusia. Ada juga prosesi perkawinan jawa yang sarat makna dan simbol, menyertakan berbagai uborampe yang juga mengandung makna filosofi, contohnya uborampe bunga. 

Kembang Telon

Terdiri tiga macam bunga. Bisa menggunakan bunga mawar putih, mawar merah, dan kanthil. Atau mawar, melati, kenanga. Atau mawar, melati, kantil. Telon berasal dari kata telu (tiga). Dengan harapan agar meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (tri tunggal jaya sampurna). Sugih banda, sugih ngelmu, sugih kuasa.

Source https://sabdalangit.wordpress.com/ https://sabdalangit.wordpress.com/2010/05/02/bahasa-simbol-makna-bunga/
Comments
Loading...