Filosofi Kembang Kelapa dalam Kebudayaan Betawi

0 175

Filosofi Kembang Kelapa dalam Kebudayaan Betawi

Kembang Kelapa biasanya sedikitnya ditemuin 2 rumpun kembang kelapa yang diletakkin pada ujung 2 buah tongkat setinggi 2.5 meter dimana masing-masing dibawa seorang pemuda / pengawal terdepan dari rombongan.  Kembang kelapa tersebut berfungsi juga sebagai umbul-umbul. Kalau di acare pesta perkawinan, bakal ditemuin 2 rumpun kembang kelapa yang ngapit “ratu” dan “raja” sehari atau jaga buat ngapit kursi penganten sunat. 
Selain dipakai buat hiasan acara nikahan, kembang kelapa dari bentuknya dahulu sampai sekarang, sering dipakai buat acara-acara resmi pemerintah DKI Jakarta. Contohnya, kayak acara pemilihan Abang None Cilik, Remaja, dan Dewasa.
Bentuk kembang kelapa tebuat dari lidi yang dibungkus dengan kertas atau plastik warna warni. Ukuran kembang kelapa dan tiang penyangga diadaptasi penempatannya. Jumlah kembang kelapa dari tiap tiang penyangga antara 60-75 batang. 
Filosofi untuk Kembang Kelapa (manggar) sebagai perlambang kemakmuran. Sebagai simbol dari kehidupan insan yang bermanfaat sebagaimana manfaat pohon kelapa. Sebagai simbol sifat keterbukaan masyarakat dalam pergaulan sehari-hari. Sebagai simbol tatawarna (multikultur) kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jakarta.

Fungsi sebagai dekorasi statis yang menawarkan nuansa megah, meriah dan penuh keceriaan pada banyak sekali kegiatan, baik di ruang terbuka maupun di ruang tertutup. Digunakan sebagai dekorasi dinamis dan diletakkan di depan arak-arakkan dalam festival, atraksi pariswisata, pentas seni budaya (kirab, ngarak penganten dan sebagainya). Penempatan Sebagai dekorasi statis diletakkan di samping kanan dan kiri pintu masuk, pada kanan kiri pelaminan, pada kanan kiri panggung, digantung di plafon dan pada titik-titik tertentu di dalam ruangan ( aula, auditorium dan lain-lain) program (resepsi, seminar, diskusi, dan sebagainya).

Source http://ensiklopediilmupopuler556.blogspot.com/ http://ensiklopediilmupopuler556.blogspot.com/2018/05/filosofi-kembang-kelapa-dalam.html
Comments
Loading...