Filosofi Kehidupan, Inilah 5 Pelajaran Hidup Dari Tandur ( Menanam Padi )

0 128
Membahas tradisi dan budaya jawa memang seolah tak ada habisnya. dari semua aspek kehidupan, selalu saja ada hal yang menarik untuk dibahas. dan kali ini wartajowo akan membahas tentang makna “Tandur” padi.   Mungkin  dijaman sekarang banyak dari generasi muda khusunya utamanya yang tinggak di daerah perkotaan, tidak tahu apa itu tandur. tandur adalah singkatan dari Tata Mundur,  dalam bahasa bahasa jawa, istilah tandur adalah sebutan untuk bercocok tanam tanaman dari jenis selain biji bijian. untuk biji bijian disebut “ulur”. adapun cara menanamnya dengan cara  menancapkan benih tanaman ke tanah.
Pertama : Mundur untuk maju
pepatah maju pantang mundur nampaknya tidak pas jika di gunakan pada kegiatan tandur, seperti yang kita ketahui bersama, bahwa cara bercocok tanam padi secara manual adalah dengan Mundur dari depan kebelakang karena jika maju terus maka akan rusaklah padi yang akan di tanam karena terinjak-injak. dari tekhnik ini kita bisa belajar bahwa dalam hidup kita tak harus maju terus untuk bisa meraih hasil yang baik, namun kadangkala kita juga harus mundur ( mengalah ) untuk bisa meraih hasil meskipun hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan.
Kedua, semua ada ukurannya
Dalam Tandur padi, khususnya secara tradisional. alat yang dipakai adalah rengkek yang terbuat dari bambu dan plantir yang terbuat dari tali dadung ( mungkin di tempat lain beda nama ). kembali flasback, jauh sebelum bangsa ini diajarkan tandur oleh para penjajah, dalam menanam padi masyarakat desa menggunakan cara acak, dimana jarak tanaman antara padi satu dengan lainnya tidak beraturan. Adapun pada saat itu ( penjajahan jepang )menggunakan metode “gejig”, yaitu membuat lubang pada tanah dengan kayu runcing dan kemudian benih padi dimasukkan dalam lubang tersebut.
Namun karena hasil panen tidak bisa maksimal, maka kemudian pemerintah jepang membuat berbagai percobaan hingga akhirnya ditemukan metode Tandur dengan rengkek dan plantir tersebut. Lalu apa hubungan nya tandur dengan semua ada ukurannya ?Dari uraian singkat diatas, kita bisa melihat bahwa dalam kehidupan semua ada ukurannya, termasuk dalam menanam padi.
Ketiga, kesederhanaan
Alat yang digunakan, seperti yang sudah dijelaskan diawal, yaitu rengkek bisa di samakan dengan penggaris dimana untuk menentukan jarak antara satu tanaman padi dengan padi yang lain adalah dengan rengkek tersebut. Sedangkan plantir dijadikan sebagai patokan untuk membuat ukuran/jarak rengkek. Meskipun peralatan untuk tandur masih begitu sederhana, namun nyatanya hasil yang didapatkan memuaskan.
Keempat, Rendah hati
perlu diketahui bahwa Tandur hanya bisa dilakukan dengan merunduk ( bahasa jawanya njengking ). bisa kita bayangkan jika kita menanam padi dengan berdiri, apa mungkin kita bisa menancapkan benih padi ke tanah ??? oleh karenanya, melalui cara tandur tersebut, diajarkan bahwa, sebagai manusia, hendaklah kita harus merunduk ( rendah hati ), artinya tidak sombong dan congkak.
Kelima, kerja keras
Selanjutnya, segala sesuatunya jika ingin mendapatkan hasil yang baik maka harus dilakukan dengan kerja keras. Sama halnya dengan tandur, untuk mendapat hasil yang baik, maka kita harus mau bersusah payah, kadangkala harus mundur ( mengalah ) dan juga mau bekerja keras. 
Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/08/filosofi-kehidupan-inilah-5-pelajaran.html
Comments
Loading...