Filosofi Kebaya Kerancang dalam Kebudayaan Betawi

0 168

Filosofi Kebaya Kerancang dalam Kebudayaan Betawi

Jenis busana tradisional kaum perempuan Betawi yang terdiri atas kebaya dan kain. Busana ini digunakan untuk keperluan resmi atau bepergian. Dahulu hanya bisa dikenakan oleh para nyai, gundik tuan Blande yang banyak duit, karena harga kebaya ini memang selangit pada jamannya. Kemudian datang orang Tionghoa, yang juga banyak duit.

Para perempuannya yang adaptif dengan adat setempat langsung meniru dandanan para nyai itu. Sebegitu banyak perempuan Cina yang mengenakan jenis kebaya bergengsi ini hingga penduduk Betawi jelata menyebut kebaya ini sebagai sebagai Kebaya Encim. Oleh Persatuan Wanita Betawi, nama ini kemudian diganti dengan ‘kebaya kerancang’, kerancang berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti ‘berlubang.’

Filosofi/Makna :

Sebagai perlambang keindahan, kecantikan, kedewasaan, keceriaan dan pergaulan yang mengikuti kearifan, aturan dan tuntutan leluhur. Tujuannya untuk memelihara keanggunan dan kehormatan perempuan. Fungsi dan penggunaan sebagai seragam karyawati berbagai kantor pemerintah dan swasta, industri pariwisata, sekolah dan berbagai acara seremonial, obyek dan atraksi pariwisata serta pentas seni budaya.
Source https://dtechnoindo.blogspot.com/ https://dtechnoindo.blogspot.com/2018/04/filosofimakna-kebaya-kerancang-dalam.html
Comments
Loading...