Filosofi Jenang Sumsum yang Melekat di Masyarakat Jawa

0 131

Filosofi Jenang Sumsum yang Melekat di Masyarakat Jawa

Eksistensi jenang di kalangan masyarakat Jawa khususnya di wilayah Surakarta sudah melekat sejak zaman kerajaan hindu-budha dan era walisongo sampai sekarang. Jenang, makanan khas penduduk Jawa yang terbuat dari beras putih dan beras ketan, kerap hadir sebagai makanan pelengkap di berbagai acara seperti hajatan pernikahan, selamatan ibu hamil, selamatan bayi yang baru lahir, selamatan orang meninggal dan masih banyak lagi berbagai acara adat maupun keagamaan. Segala macam acara tersebut tidak pernah lepas dari kehadiran jenang dan makanan ini diyakini muncul dari kreativitas masyarakat setempat.

Jenang bukan sekedar makanan khas yang digemari oleh penduduk Jawa. Lebih dari itu, jenang ternyata memiliki filosofis dan simbol-simbol yang diyakini oleh orang Jawa. Selain sebagai rasa syukur kepada-Nya, jenang juga dijadikan simbol doa, persatuan, harapan, dan semangat masyarakat Jawa. Jenis-jenis simbol antar jenang satu dengan lainnya berbeda-beda mengingat ada beberapa jenis jenang yang terkenal di Pulau Jawa.

Salah satunya adalah jenang sumsum. Jenang ini terbuat dari beras putih yang dicampur dengan beras ketan sedikit kemudian ditaburi dengan gula merah atau gula putih di atasnya. Selain warnanya yang putih bersih dan diyakini sebagai simbol kebersihan hati dan kesejahteraan, jenang ini kerap disuguhkan ketika ada acara pernikahan dan dipercaya akan mendatangkan kesehatan, berkah, dan juga kekuatan bagi pasangan serta panitia hajatan.

Source https://www.goodnewsfromindonesia.id https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/12/19/filosofis-jenang-yang-melekat-di-masyarakat-jawa
Comments
Loading...