Filosofi Janur Kuning dalam Kawinan Jawa

0 47

Filosofi Janur Kuning dalam Kawinan Jawa

Mengikuti ritual pesta pernikahan ala jawa, perlu kesabaran. Lama dan njlimet. Begitu kurang lebih komentar seorang teman asal Jakarta kepada saya. Selain waktu, peerlengkapan juga tak bisa dibilang sederhana. Banyak ubo rampe yang harus dipersiapkan. Termasuk ubo rampe disini adalah hiasan di pelaminan dan pekarangan. Satu yang paling populer adalah janur kuning. Semua kita tahu kalau janur kuning sudah melengkung, artimnya ada pesta perkawinan.

Tapi sedikit yang tau, apa makna dari janur kuning itu? Nah kebetulan lebaran kemarin ngobrol sama seorang Ustadzz yang kebetulan ahli soal kejawen ini. Menurut dia leluhur jawa memberi nasihat pada anak turunya dengan simbol-simbol agar selalu diingat. Salah satunya yang terkandung dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Ada nilai-nilai positip ilahiyah di dalamnya. Semua itu banyak dikemas secara simbolis dan perlambang. Hal ini tak lepas dari kebiasaan orang Jawa yang tak memberi nasihat secara vulgar. Lebih sering digunakan pasemon (metafora, perlambang, simbolik dan sebagainya).

Makna simbolis yang terkandung dalam janur kuning melengkung di pintu gerbang. Kata Janur berasal dari kiratha basa Jawa (Othak-athik mathuk), sejane neng nur (arahnya menggapai nur=cahaya Ilahi). Sedang kata kuning bermakna sabda dadi, semua perkataan bakal terwujud (kun fayaku-Nya Allah SWT) yang dihasilkan dari hati atau jiwa yang bening. Dengan demikian, janur kuning mengisyaratkan cita-cita mulia dan tinggi untuk menggapai cahaya Ilahi dengan dibarengi hati yang bening. Nampak betapa tingginya filosofi janur kuning dalam prosesi pernikahan.

Source http://erwindariyanto.blogspot.com/ http://erwindariyanto.blogspot.com/2011/09/filosofi-janur-kuning-dalam-kawinan.html
Comments
Loading...