Filosofi Ingkung Ayam Di Derah Kulon Progo

0 78

Di daerah Kulon Progo, ingkung disajikan pada acara kematian, hal ini sejalan dengan filosofi yang mereka yakini adalah perwujudan sikap ahli waris (keluarga yang ditinggalkan) bersungguh-sungguh dalam memohon doa agar anggota keluarganya yang telah meninggal diampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang semestinya di sisi Tuhan.

Di daerah ini ingkung disajikan dengan posisi wanita duduk timpuh atau seperti posisi orang sedang duduk pada saat shalat. Posisi tersebut dipersepsikan sebagai sikap orang yang sedang manekung (bersemadi). Filosofi ini diyakini diambil dari asal kata ingkung yakni ing (ingsun) dan kung (manekung). Kata ingsun berarti aku dan kata manekung berarti berdoa dengan penuh khidmat.

Source https://nutrisipangan.wordpress.com https://nutrisipangan.wordpress.com/2016/09/09/inilah-filosofi-makanan-khas-jawa-ingkung-ayam-kampung/
Comments
Loading...