filosofi Ing Ngarsa Sun Tuldha, Ing Madya Mbanhun Karsa, Tut Wuri Handayani dari ki Hajar Dewantara

0 169

Filosofi jawa tersebut merupakan warisan dari Kihajar Dewantara yang kemudian dipakai untuk menjadi Semboyan Depdiknas Indonesia. lalu apa makna dari semboyan tersebut.

Terdiri dari tiga kalimat, diantara nya antara lain:

kalimat pertama, Ing Ngarso Sung Tulodo secara konsonan mempunyai arti  Ing  Dalam bahasa Indonesia berarti Di ( menunjukkan tempat ), ngarso berarti depan atau muka ( ing ngarso = di depan / dimuka ) sedangkan Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tuladha berarti tauladan atau contoh.

 

Jadi dari arti diatas, bisa kita menyimpulkan bahwa makna dari kalimat pertama Ing Ngarso Sung Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin/pendidik harus mampu memberikan suri tauladan atau contoh yang baik.

Sedangkan kalimat kedua, Ing Madyo Mbangun Karso  berarti Ing Dalam bahasa Indonesia artinya Di, Madyo artinya tengah-tengah, Mbangun artinya membangkitan atau menggugah dan Karsa diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kalimat kedua tersebut adalah merujuk pada seseorang yang ditengah kesibukannya harus  mampu membangkitkan atau menggugah semangat  kepada yang lain.

Dan kalimat terakhir yaitu Tut Wuri Handayani, secara bahasa memiliki arti sebagai berikut: Tut dalam bahasa Indonesia Mengikuti, sedangkan Wuri artinya dari belakang ( dalam bahasa jawa kita mengenal adanya istilah ” Tut Mburi” ) dan Handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat.

Sehingga arti dari kelimat terakhir terwebut adalah mengikuti dari belakang memberikan ssmangat, maksud dari ungkapan tersebut adalah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang, memotivasi dan memberikan semangat kepada yang lain.

 

Secara keseluruhan kita bisa mengartikan bahwa Ing Ngarso Sun Tuladha, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani berarti salah satu sosok atau figur seseorang yang baik adalah disamping menjadi suri tauladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang.

Terlebih bagi seorang guru, haruslah bisa menjadi suri tauladhan yang baik bagi para murid murid nya, dalam proses belajar mengajar seorang guru haruslah bisa menjadi motivator, dan juga memberi dorongan semangat kepada para peserta didik. itulah sedikit tulisan mengenai arti dari falsafah jowo yang masih dipakai hingga sekarang  “ing ngarso sun tulodho, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”.
Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/08/pasti-diantara-kita-semua-sudah-tak.html
Comments
Loading...