Filosofi Daun Sirih dalam Ritual Pernikahan Jawa

0 528

Filosofi Daun Sirih dalam Ritual Pernikahan Jawa

Di masa kini daun sirih terkenal di kalangan wanita karena khasiatnya sebagai antiseptik pembersih organ intim wanita. Tidak hanya bermanfaat bagi organ yang satu itu, di desa-desa seperti pedalaman Sumatera, sirih dikonsumsi terutama oleh wanita paruh baya untuk menyirih. Menyirih diambil dari kata sirih yang mewakili komponen yang termasuk dalam komposisi menyirih yang terdiri dari daun sirih tentunya, gambir, buah pinang, dan rajangan daun tembakau kering.

Kesemua bahan-bahan tersebut dikunyah bersamaan, kecuali rajangan daun tembakau kering yang digunakan untuk membersihkan gigi dari sempilan daun sirih, serta untuk menyerap air liur yang berwarna merah. Kegiatan menyirih amat disukai sebagai pengisi waktu senggang, tetapi bagi segelintir orang awam yang mencoba menyirih, rasa pedas atau terbakar yang ditimbulkan mungkin akan kurang disukai. Meskipun begitu, hasil penelitian membuktikan bahwa menyirih mempunyai nilai manfaat untuk menyehatkan dan menguatkan gigi.

Berdasarkan kebiasaan lama tersebut, tidak mengherankan bila sirih menjadi barang penting dalam beberapa momen ritual pernikahan. Di bawah ini akan kami bahas tiga daerah yang menggunakan sirih dalam upacara pernikahannya. Adat timur mengajarkan jika berkunjung ke rumah orang lain akan lebih sopan membawa sesuatu sebagai buah tangan. Terlebih mengunjungi sang calon mempelai, tidak lengkap rasanya datang tanpa menjinjing sesuatu. Salah satu barang bawaan yang wajib yakni sirih atau dalam bahasa Jawa disebut sirih ayu/ pinang dalam hantaran ritual penyerahan sanggan, serta untuk seserahan. Keberadaan sirih tersebut bermakna sebagai harapan kesejahteraan bagi kedua mempelai kelak.

Sesajen sudah menjadi bagian dari budaya yang tidak dapat dipisahkan, salah satu komponen dalam sesajen yang wajib ada yaitu sirih. Sesajen tersebut diletakkan di sudut ketika calon mempelai sedang menjalani prosesi siraman, meratus rambut dan ngerik, dengan tujuan untuk penolak bala. Ada perbedaan sedikit ketika daun sirih dijadikan barang seserahan ataupun sesajen, karena hanya berupa lembaran daun sirih saja. Namun, pada upacara balangan gantal, daun sirih akan membungkus buah pinang, kapur sirih, gambir, dan tembakau hitam lalu diikat dengan benang lawe. Orang Jawa menyebut lintingan sirih itu sebagai gantal. Upacara balangan gantal yaitu momen saat pasangan saling melempar gantal yang mengumpamakan kedua mempelai saling melempar kasih.

Source Filosofi Daun Sirih dalam Ritual Pernikahan Jawa Weddingku
Comments
Loading...