Filosofi 7 Lembar Batik di Upacara Mitoni

0 97

Filosofi 7 Lembar Batik di Upacara Mitoni

Dalam tradisi Jawa, saat calon ibu menginjak usia kehamilan tujuh bulan, maka akan digelar acara tujuh bulanan. Salah satu hal yang dilakukan dalam upacara yang diebut Mitoni itu, calon ibu harus mencoba tujuh kebaya dan tujuh kain batik. Batik yang digunakan juga bukan sembarang batik. Tiap kain batik memiliki nilai filosofi tinggi yang juga sebagai untaian dan dan pengharapan pada Maha Kuasa, agar menjadikan bayi yang dilahirkan memiliki kepribadian yang baik.

Proses penggantian batik sebanyak 7 kali ini cukup seru, karena melibatkan seluruh tamu yang datang. Pada pergantian kebaya dan batik pertama hingga keenam, para keluarga dan kerabat yang hadir harus mengatakan tidak cocok. Hingga akhirnya saat mencoba kebaya dan kain batik ketujuh, semua orang bilang cocok. Pada percobaan pertama ia akan mengenakan kain batik bermotif Wahyu Tumurun, ini memiliki tujuan agar si jabang bayi nantinya memiliki kedudukan yang baik.

Kemudian, pada percobaan kedua sang calon ibu akan mengenakan kain batik motif Cakar yang bertujuan agar sang anak nantinya pintar dalam hal mencari uang. Ketiga, sang ibu akan mengenakan motif Udan Liris yang berarti tangguh. “Untuk kain yang keempat adalah motif Ksatrian yang bertujuan agar anak memiliki sifat ksatria. Kelima adalah motif Sidomukti agar anak diharapkan hidupnya terhormat dan semuanya serba baik. Keenam adalah motif Babon Angrem yang melambangkan seekor ayam betina (babon) sedang mengerami (angrem) telurnya, hal itu melambangkan kasih sayang ibu kepada anaknya,” kata Indra.

Lalu yang terakhir si calon ibu akan mengenakan kain batik Lurik Lasem yang motifnya paling sederhana. Hal ini memiliki filosofi bahwa manusia hidup harus sederhana. Ada juga filosofi lain yaitu terdapat dua garis di dalam batik Lurik Lasem, yakni garis vertikal menandakan hubungan kita dengan Tuhan dan garis horizontal menandakan hubungan kita dengan sesama manusia.

Batik bagi masyarakat Jawa memang bukan hanya sekedar sandang. Tapi juga menjadi pengingat akan Tuhan dan kehidupan. Bayi sejak lahir dibalut kain batik. Bahkan hingga meninggal dunia, kain batik juga tetap digunakan untuk menutup jasad.

Source http://www.beritasatu.com/ http://www.beritasatu.com/mode/311385-cerita-filosofi-7-lembar-batik-di-upacara-mitoni.html
Comments
Loading...