Festival Gunung Slamet

0 149

Festival Gunung Slamet

Festival Gunung Slamet (FGS) merupakan perayaan yang setiap tahun (biasanya pada bulan september) digelar di lereng gunung slamet, tepatnya di desa Serang, Purbalingga. Sejak tahun 2015, pemerintah kabupaten purbalingga telah mendorong penyelenggaraan festival ini demi melestarikan nilai-nilai budaya dan kesenian yang ada di sekitar lereng gunung Slamet. Hingga saat artikel ini dibuat, FGS sudah dilaksanakan 3 kali dan akan diselenggarakan untuk ke 4 kalinya pada tanggal 27-29 september 2018.

Festival Gunung Slamet diselenggarakan dalam 3 hari. Rangkaian acara hari pertama diantaranya pawai ta’aruf, festival rebana, lomba MTQ, dan Sholawatan. Kemudian pada hari kedua akan diadakan ritual pengambilan air sikopyah, ruwat bumi, dan pagelaran wayang kulit pada malam harinya.

Pengambilan air sikopyah merupakan salah satu rangkaian acara penting dalam festival ini. Ritual ini adalah salah satu bentuk pelestarian budaya yang ada di lereng Gunung Slamet sejak zaman dahulu. Ritual ini diawali dengan mengambil air suci dari mata air Sikopyah menggunakan lodong, atau bambu yang sudah di bentuk sedemikian rupa. Yang diikuti sekitar 777 orang yang membawa lodong secara berbaris, beriringan.

Yang nantinya setelah pengambilan air suci tersebut, akan disemayamkan di Balai Desa Serang, yang selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat pada pada acara Ruwat Bumi. Lalu pada malam harinya (hari ke dua) akan diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Setelah itu, hari ketiga festival akan ditutup dengan rangkaian acara seperti pawai budaya, mangan takir bareng bupati (makan-makan bersama bupati), perang tomat, pertunjukan ebeg (di daerah lain disebut juga kuda lumping), dan akustik kabut lembut.

Untuk dapat berkunjung ke festival ini, anda dapat menempuh perjalanan sekitar 30-40 menit (24 km) dari pusat kota Purbalingga. Dari pusat kota purbalingga, anda harus menuju ke arah utara mengikuti jalan raya Bojongsari, lalu setelah sekitar 10 km di pertigaan ambil arah kiri arah menuju desa Serang.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Festival-Gunung-Slamet-FGS/
Comments
Loading...