Festival Bergada Desa Borobudur

0 96

Festival Bergada Desa Borobudur yang merupakan sebuah ajang festival yang menampilkan para prajurit-prajurit pada abad ke 7, jamannya Raja Rakai Samaratungga ketika pembangunan Candi Borobudur yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia.

Festival ini merupakan rentetan acara Borobudur Cultural Feast 3, 2018 yang diselenggarakan oleh PT. TWC, Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko pada hari Sabtu tanggal 15 Desember 2018, pada pukul 14.00  – 17.00 wib di Taman Lumbini Kawasan Candi Borobudur mulai dari Festival Kreasi Penjor, Festival Bergada  Desa Borobudur dan Pagelaran Seni Kolosal.

Borobudur Cultural Feast 3, 2018 pada tahun ini mengambil tema “Hamemayu Haruming Borobudur” yang mempunyai makna kesyukuran tiada henti untuk Candi Borobudur, sebuah doa perenungan permohonan kepada Yang Maha Kuasa, agar kejayaan lelulur masa lampau dapat senantiasa terwujud sekarang dan selamanya.

Festival Bergada  Desa Borobudur diikuti oeh 9 grup dengan total 230 personil bergada yang kesemua kastumnya menggambarkan kastum yang dipakai pada abad ke 7, dimana pada waktu itu Raja Rakai Samaratungga dalam masa pembangunan Candi Borobudur.

Pesertanya semua dari kawasan Borobudur dan sekitar Magelang yang mana mereka mempertunjukan atraksinya di depan penonton di Taman Lumbini dan kemudian atraksi ini dilanjutkan di kawasan jalan-jalan menuju Candi Borobudur.

Penilaian dalam Festival Bergada  Desa Borobudur meliputi kekompakan gerak dengan irama yang mengiringi, busana, riasan dan kreatifitas. Setelah acara ini para peserta ini langsung ikut dalam pagelaran Pentas Seni Kolosal.

Pagelaran Pentas Seni Kolosal melibatkan 600 penari yang semuanya penduduk sekitar Candi Borobudur, termasuk yang ikut Festival Bergada  Desa Borobudur. Acara ini sempat menarik perhatian para wisatawan yang ada di Borobudur dan secara tidak langsung mereka ikut jadi penonton, walaupun di bawah rintik-rintik hujan, para penonton tetap tidak bergeming menonton pagelaran ini sampai selesai.

Tujuan acara ini untuk melestarikan seni budaya warisan leluhur Bangsa Indonesia agar tidak hanya dengan ucapan saja, tapi harus kita lakukan secara nyata dengan segala perjuangan dan keiklasan hati yang dalam karena kekayaan ini tidak terhingga dan tidak terukur nilainya, ujar KRMT. Indro Kimpling Suseno (ketua pelaksana Borobudur Cultural Feast 3, 2018).

Selain mempunyai dampak yang posistip bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur, acara ini juga berdampak terhadap pelaku seni yang selalu diingatkan untuk selalu melakukan olah seni budaya yang mengikuti perkembangan jaman Sebuah pesona tontonan yang atraktif, penuh kejutan yang menumbuhkan kesan mendalam bagi siapa saja yang menonton, dan kita semua bangsa Indonesia untuk selalu mencintai warisan kekayaan seni budaya leluhur kita terutama Candi Borobudur.

Source https://myimage.id https://myimage.id/festival-bergada-desa-borobudur/
Comments
Loading...